Connect with us

Khazanah

Tentang Rasa Bersalah dalam Film “Hayya”

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Bioskop di tanah air kembali bakal diramaikan oleh film bergenre kemanusiaan, namun dalam balutan ghirah agama yang kuat. Film besutan sutradara Justis Arimba yang diberi judul “Hayya” itu bakal tayang pada 19 September mendatang.

Film yang menampilkan pemain Fauzi Baadila itu merupakan kelanjutan dari “212: The Power of Love” yang terinspirasi dari aksi jutaan manusia memutihkan Tugu Monas pada 2 Desember tahun 2016 silam, saat jutaan umat Islam datan ke Monas memprotes Basuki Tjahaja Purnama yang menistakan agama.

Kali ini, sosok Fauzi yang berperan sebagai Rahmat adalah jurnalis yang dilanda rasa bersalah yang sangat dalam. Rasa bersalah itu kemudian dimanifestasikan dalam bentuk keinginannya membantu sesama Muslim yang tertindas di Palestina. Meski pun, keluarga Rahmat di tanah air memprotes keputusan tersebut. Apalagi Rahmat akan menikah dalam waktu satu bulan lagi.

Kisah Rahmat yang ingin menjadi relawan sekaligus mendalami agama makin menemukan momentumnya ketika bertemu gadis yatim piatu korban konflik Palestina-Israel bernama Hayya, yang dimainkan secara apik oleh Amna Hasanah.

Pergulatan batin dan titik sentral film kemudian berpusar pada hubungan kedua makhluk ini. Rasa bersalah, cinta dan kemanusiaan, serta hal-hal yang lazim menyertainya.

Secara umum, film ini bertema keluarga namun dengan ramuan isu kekinian yang sangat kuat. Menurut sanga sutrada Justis Arimba, isu kemanusiaan sangat penting dalam film ini. “Sehingga setelah menonton diharapkan ada impak, yaitu menjadi lebih empatik, dan menjadi lebih bersyukur kita hidup di Indonesia yang aman,”kata Justis saat diwawancarai TvMU.

Film bergenre religi, wabil khusus ghirah keislaman di Indonesia memang sedang naik daun di Indonesia. Hal itu sejalan dengan semangat beragama masyarakat yang juga makin membludak. Jadi, tidak perlu memperdebatkan soal keislaman dengan semangat keindonesiaan saat ini. Tonton saja. (IMF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah