Connect with us

Ragam

Tasawuf Underground, Jalan Pulang Anak Punk

[JAKARTA, MASJIDUNA]–Mengambil tempat di kolong jembatan depan Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, sekelompok anak muda berkumpul menghadap ke tenda putih. Agar tak terlalu jenuh di tengah udara Jakarta yang terik dan suasana jalanan yang ramai, sekelompok anak muda memainkan gitar untuk mengiringi lagu-lagu pop yang dibawakan seorang perempuan berhijab hitam. Lagu Jamrud “Pelangi Di matamu” menjadi lagu pembuka siang itu, Sabtu (24/8/2019).

Inilah aksi rutin sekelompok anak punk yang tergabung ke dalam “Tasawuf Underground”, sebuah komunitas yang menghimpun anak-anak punk dan kaum marjinal untuk bisa “menemukan jalan pulang”, istilah yang digunakan untuk kembali bertobat. Salah satu caranya adalah dengan menghapus tato. Maka program hapus tato pun menjadi rutin dan banyak diminati.

Untuk acara hapus tato, biasanya mereka akan pasang pengumuman di laman facebook:

“GUYS KAMI TUNGGU
Acara hapus tato gratis sebentar lagi akan dimulai.
Bagi yang belum mendaftar segera merapat. ke lokasi kolong jrmbatan depan stasiun Tebet, jakarta selatan
pukul 13:00-17:00

Temukan Jalan Pulangmu.
Hapus Tatomu.
Raihlah Hidup Yang lebih Baik”. Demikian bunyi pengumuman itu.

Di beranda facebooknya, kelompok ini menampilkan ciri khas yang unik. Profilenya adalah karikatur tiga anak punk lengkap dengan anting dan tato di tangan. Lalu sebuah kutipan tertera, “Kemaren sendal kita malah hilang di masjid hihihi..” dengan latar belakang sebuah masjid. Gambar yang ditampilkan di halaman facebook itu, seperti ingin menyatakan kerelaan dengan sesuatu yang hilang tanpa rasa menyesal hanya gara-gara sudah mampir di masjid.

Dan, mereka memang menampilkan cara beragama yang tidak kaku. Berlatar belakang anak-anak punk, mereka tampil apa adanya. Pakaian mereka hanya kaos dan bersandal jepit. Tapi tampak keakraban di antara mereka.

Inilah cara menemukan jalan pulang anak-anak punk, yang di tengah masyarakat sering kena stigma berandalan, berpenampilan gahar dengan tato menyelimuti tubuh dari wajah hingga kaki.

Tapi, sebuah kalimat dari Ibnu Arabi yang tercantum di laman facebooknya, seperti ingin menjelaskan perjalanan dan pencarian kelompok ini: “Keikhlasan pada pencari bagaikan sebuah berkah. Sehingga, ketika dia hadir, Allah bahkan akan mengubah setan yang terkutuk dan setan-pribadi si pencari, hawa nafsunya, menjadi malaikat ilham yang melayaninya. Keikhlasan bagaikan katalisator yang ia ubah menjadi emas dan ia memurnikan setiap sesuatu yang ia sentuh.” (IMF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ragam