Connect with us

Sosok

Tak Lengkap ke Jember Sebelum Ziarah Makam Habib Sholeh Tanggul

[JEMBER, MASJIDUNA] – Bagi Anda yang sedang atau akan merencanakan perjalanan ke Kabupaten Jember, Jawa Timur, tak lengkap berkunjung ke kota itu jika tak menyempatkan ziarah kubur ke makam Habib Soleh Tanggul. Akhlak habib Sholeh yang luhur dapat menjadi tauladan oleh siapapun.

Posisi Jember yang berada di hampir ujung sebelah timur pulau Jawa ini mudah diakses dari wilayah lainnya. Akses transprotasi tersedia lengkap menuju kota yang identik dengan tembakau itu.

Pilihannya beragam, mulai pesawat, kereta api maupun angkutan umum lainnya seperti bis. Apalagi, beberapa bulan terakhir ini, tol Pasuruan-Probolinggo telah operasional. Praktis menuju Jember dari arah Surabaya makin singkat.

Nah, bagi Anda yang sedang berkunjung ke Jember atau akan merencanakan berkunjung ke Jember, tak ada salahnya memasukkan kunjungan ziarah makam Habib Sholeh Tanggul dalam daftar kunjungan.

Letak makam Habib Sholeh Tanggul tidak jauh dari stasiun kerata api di Tanggul. Posisi ini tentu memudahkan bagi pengguna kereta api. Dari stasiun tinggal jalan kaki untuk menuju lokasi makam Habib Sholeh ini.

Siapa Habib Sholeh? Bagi muhibbin dzuriyyah nabi Muhammad SAW, nama Habib Sholeh tentu tidak asing. Namun tak ada salahnya kita review siapa sosok Habib Sholeh ini. Nama lengkapnya Habib Sholeh bin Muhsin al-Hamid. Namun, beliau lebih beken disebut Habib Sholeh Tanggul. Nama Tanggul merujuk pada wilayah tempat tinggal Habib yang lahir di Korbah Ba Karman, Wadi’ Amd, salahs atu desa di Hadramaut, Yaman Selatan.

Seperti dikutip MASJIDUNA dari buku “Habaib Pakunya Tanah Jawa: Menelusuri Jejak Dakwah, Tirakat 25 Turunan Rasulullah” karya Nur Hakim Syaikh, Habib Sholeh hijrah ke Pulau Jawa di usia 26 tahun atau tepatnya pada tahun 1921 M. Sebelum ke Indonesia, Habib Sholeh bersama Syaikh Fadhli Sholeh Salim bin AHmad Al-Asykari singgah di Gujarat India.

Kota pertama kali yang dikunjungi Habib Sholeh adalah Kota Jakarta. Habib Sholeh muda berziarah ke makam sejumlah wali di Jakarta. Perjalanan dilanjutkan ke arah Jawa Timur. Ia sempat singgah di Kota Lumajang. Persinggahan Habib Sholeh di Kota Lumajang tidak terlepas dari undangan sepupu Habib Sholeh yakni Habib Muhsin bin Abdullah Al-Hamid.

Pada akhirnya, Habib Sholeh menetap di Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember hingga akhir hayatnya. Tanggul merupakan kecamatan yang letaknya berbatasan langsung dengan Kabupaten Lumajang. Nama Tanggul pun melekat di belakang nama Habib Sholeh.

Habib Sholeh diriawayatkan pernah melakukan ritual ‘Uzlah (mengasingkan diri) selama tujuh tahun lamanya. Dalam aktivitas ‘uzlah tersbeut, Habib Sholeh habiskan dengan beribadah, berdzikir, bershalawat, membaca al-Qur’an, mengkaji kitab-kitab klasik dan sejarah para pendahulunya.

Habib Sholeh dikenal keramatnya oleh masyarakat luas. Salah satu yang identik dari Habib Sholeh, doa beliau mustajab. Dalam sebuah kesempatan Habib Ahmad al-Hamid mengonfirmasi langsung ke Habib Sholeh tentang doanya yang mustajab. “Bagaimana tidak? Sedangkanaku belum pernah melakukan hal yang membuat-Nya murka (tidak pernah melanggar aturan Allah)” jawab Habib Sholeh.

Habib Sholeh juga dikenal sosok yang dermawan. Diriwayatkan, tak pernah satu kali pun Habib Sholeh menolak seseorang pengemis yang menghampirinya. Sikap ini menjadi tauladan masyarakat. Bahkan ada salah satu ulama yang mengatakan “Seandainya beliau tidak memiliki apapun kecuali ruhnya, maka beliau akan menyerahkan kepada yang memintanyam” ungkap ulama tersebut.

Nasihat Habib Sholeh:

  1. “Sangat penting menjalankan salat lima waktu dan ancaman bagi siapa saja yang meninggalkannya”
  2. “Sangat tinggi derajat orang tya dan kewajiban berbakti kepada keduanya serta ancaman bagi siapa saja yang mendurhakainya”.
  3. “Sangat penting menjaga hubungan silaturahmi karena orang yang menjaga hubungan silaturahmi dengan baik, maka Allah SWT akan memanjangkan usianta, mempemrudah urusannya dan memperbanyak rezekinya”
  4. “Hendaklah setiap kalian menjaga salat lima waktu, jangan pernah tinggalkan salat subuh berjamaah, muliakan dan bebruat baiklah kepada orang tua jadilah kamu sekalian sebagai rahmat bagi seluruh alam berbuat baiklah, jangan pilih kasih kepada semua orang”.

Kalam Mutiara Habib Sholeh:

  1. Hiduplah engkau seberapapun lamanya, namun engkau pasti akan mati
  2. Cintailah siapapun dan apapun yang engkau sukai, namun engkau pasti akan berpisah dengannya
  3. Berbuatlah semaumu, namun engkau pasti akan menerima balasannya
  4. Barangsiapa yang ridho dengan rezeki yang Allah ta’ala berikan, maka ia akan tenang di dunia dan akhirat
  5. Barang siapa dapat menundukkan nafsu syahwatnya maka ia menjadi orang mulia di dunia dan akhirat
  6. Barang siapa merasa cukup, sehingga tidak mengharap pemberian orang lain dan dapat memelihara lisannya, maka ia akan selama di dunia dan akhirat
  7. Seseorang akan naik derajatnya karena hasil perbuatannya bukan karena ucapan. Sesungguhnya air hujanlah yang menumbuhkan bunga, bukan suara petir yang keras.

Salawat Mansub Karya Habib Sholeh
Salah satu karya yang hingga saat ini senantiasa diamalkan oleh para muhibbin Habib Sholeh tak lain adalah Shalawat Mansub. Habib Sholeh pernah berujar “Shlawat ini dibaca 11 atau 41 dengan niat untuk memperoleh kemudahan dan terkabulnya hajat, insya Allah akan mendapatkanya.

Berikut bacaan shalawat Mansub:
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً تَغْفِرُ بِهَا آلذُّنُوْبِ ، وَتُصْلِحُ بِهَا آلقُلُوْ بِ ، وَتَنْطَلِقُ بِهَا اْلعُصُوْ بِ ، وَتَلِيْنُ بِهَا آلصُّعُوْبِ ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ اِلَيْهِ مَنْسُوْبِ

“Allohumma sholi ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan taghfiru bihaa dzunub watushlihu bihaal quluub watantholiqu bihaal ‘ushub wataliinu bihaa shu’ub wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa man ilaihi mansub.”

Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad yang dengannya Engkau ampuni kami, Engkau perbaiki hati kami, menjadi lancar urat-urat kami, menjadi mudah segala kesulitan, juga kepada keluarganya dan para sahabatnya. [RAN]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok