Connect with us

Ekonomi Islam

Sepotong Cerita Dibalik Gagasan Muslim Lifestyle Festival

[JAKARTA, MASJDUNA]  —  Indonesia Muslim Lifestyle Festival (Muslim Life Fest) kali pertama digelar di Jakarta Convention Center, Jumat (30/8). Acara yang berlansung hingga Ahad (1/9) merupakan gagasan dari sejumlah orang yang tergabung dalam Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KPMI) bersama dengan PT Lima Armada Utama.

Ketua KPMI Rachmat Sutarnas Marpaung menilai Indonesia memiliki populasi penduduk muslim terbesar di dunia. Berkaca dengan negara-negara di ASEAN, mereka telah memiliki pameran industri halal beberapa tahun belakangan terakhir.

“Kenapa kita sebagai negara muslim terbesar tidak melihat peluang perekonomian Indonesia,” ujarnya dalam konferensi pers kepada sejumlah wartawan.

Di tahun 2018, KPMI  berencana membuat konsep pameran bussiness to bussiness (B2B) dan bussiness to customer (B2C). Apalagi pemerintah telah mencanangkan Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah pada 2024. “Nah ini (Muslim Life Fest) menjadi salah satu langkah,” katanya.

Rachmat berharap acara yang bakal terus digelar saban tahun, dapat menjadi event besar,  sebesar  Malaysia International Halal Showcase  (MIHAS). MIHAS merupakan pameran produk halal tingkat internasional yang berlangsung selama lebih dari satu dekade di negreie Jiran, Malaysia.

Menurutnya Malasia dengan jumlah penduduk kurang lebih 27 juta jiwa itu  mampu membuat acara rutin tahunan dalam skala besar hingga mampu membangkitkan industri berbasis syariah.

Berkaca dari itulah Muslim Lifestyle Festival bakal berlanjut terus dengan terobosan dan ide baru agar dapat mengena kalangan petani, nelayan dan usaha kelas menengah kebawah lainnya.

Menurutnya dalam Muslim Lifestyle Festival terdiri dari enam sektor yang dipamerkan. Mulai dari pendidikan, property syariah, makanan  dan minuman, keuangan syariah hingga unit usaha kecil menengah (UMKM).

“Semua sektor harus menjadi tulang punggung, jadi bagaimana mengembangkan usahanya dengan berbasis syariah,” pungkasnya. [AHR]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam