Connect with us

Khazanah

Respons Fenomena Gus Javar, PCNU Pasuruan: Dia Nyeleneh, Jangan Diikuti!

[PASURUAN, MASJIDUNA] – Nama Gus Javar di media sosial Youtube termasuk nama yang paling banyak dicari. Terdapat sejumlah akun yang rajin mengunggah aktivitas pria asal Gayam, Pasuruan, Jawa Timur ini. Siapa sebenarnya Gus Javar ini?

Bagi Anda penikmat tayangan YouTube, kemungkinan pernah melihat tayangan sosok Gus Javar. Namun, tayangan yang diunggah sejumlah akun YouTube tentang Gus Javar ini sama sekali tidak terkait dengan kajian keislaman layaknya sejumlah pendakwah yang belakangan muncul di akun YouTube. Sebut saja seperti Gus Baha’, Gus Mawafiq atau Gus Miftah.

Tayangan yang diunggah sejumlah akun tentang Gus Javar ini terkait dengan aktivitas keseharian Javar. Mulai soal drone, kolam, naik motor, main gitar, musik orkes hingga obrolan ringan Javar dengan sejumlah orang. Menariknya, artikulasi dan komunikasi Javar sulit dimengerti oleh publik.

Dari sisi penampilan, Javar tak menunjukkan sosok seorang Gus. Gus sendiri merupakan sebutan yang diatribusikan kepada putera seorang kiai, ulama atau pengasuh pondok pesantren di Jawa yang memiliki kedalaman tentang pengetahuan ilmu agama. Ciri khas Javar menggunakan celana pendek, kadangkala menggunakan kaos singlet berwarna merah, dengan rambut gondrong warna merah.

Terdapat sejumlah akun YouTube yang rajin mengunggah aktivitas Javar ini. Seperti akun “pecinta gus javar” yang rajin menggunggah aktivitas harian Javar. Dalam satu hari mengunggah lebih dari satu video aktivitas kegiatan Javar. Akun ini telah memiliki 16,4 ribu subscriber. Akun ini dibuat pada 20 Agustus 2019. Hingga saat ini sebanyak 3.598.092 penonton.

Selain itu ada juga akun “SABDO PALON”. Akun ini telah memiliki 111 ribu subscriber. Unggahan video di akun ini juga banyak diminati oleh warga internet (internet citizen). Akun ini telah dibuat sejak 24 Juli 2017. Hingga saat ini total penonton di akun ini sebanyak 39.284.567

Tayangan tentang Javar ini pada kenyataannya menimbulkan polemik di tengah masyarakat. Setidaknya, MASJIDUNA amati perdebatan yang muncul dari sejumlah warga internet yang berpolemik mengenai keberadaan sosok Javar ini. Ada yang memercayai Javar merupakan orang pilihan Tuhan yang memiliki kelebihan dibanding masyarakat pada umumnya. Namun, tidak sedikit juga warga internet yang menilai Javar merupakan orang biasa yang berperilaku nyleneh.

Untuk mengonfirmasi mengenai fenomena Javar, MASJIDUNA menghubungi Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin. Ini tidak terlepas dari tempat tinggal dan aktivitas Javar di Gayam, Pasuruan.

KH Imron Mutamakin mengatakan warga Pasuruan biasa saja dalam menanggapi sosok Javar. Masyarakat tidak terpengaruh dengan keberdaaan Javar. Bahkan, kata Gus Ipong, demikian dia kerap disapa, sejumlah tokoh di Pasuruan tidak menganggap keberadaan Javar. “Sebagaian tokoh malah tidak merespons. Apa yang dilakukan (Javar) tidak dibenarkan. Tidak ada wali yang orkesan,” cetus Gus Ipong saat berbincang dengan MASJIDUNA, Selasa (11/2/2020).

Saat ditanya mengenai latar belakang Javar, Gus Ipong menyebutkan informasi yang ia terima Javar mulanya mengamalkan suatu amalan yang pada akhirnya menjadikan dirinya seperti saat ini. “Yang saya dengar dulu nglakoni, kemudian menjadi seperti itu,” tambah Gus Ipong.

Gus Ipong juga menepis jika Javar disebut wali. Menurut dia, yang mengetahui seorang sebagai wali tak lain adalah wali itu sendiri. Menurut Gus Ipong, Javar hanyalah sosok yang nyeleneh saja. “Kalau nyeleneh jangan diikutin,” tandas Gus Ipong.

Penjelasan PCNU Kabupaten Pasuruan ini setidaknya dapat mengakhiri polemik atas keberadaan Javar. Sosok Javar direspons biasa saja. Jika masyarakat ingin menimba ilmu atau pengetahuan agama agar mencari guru atau sosok yang memiliki kejelasan sanad keilmuwan.

[RAN/Foto: Tangkapan Layar Youtube pecinta gus javar]

7 Comments

7 Comments

  1. Pingback: Gus Javar : Sosok Fenomenal di Pasuruan Jawa Timur. – Social Life

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah