Connect with us

Khazanah

Takdir Allah, Syekh Ali Jaber Kena Covid-19

[JAKARTA, MASJIDUNA]-Syekh Ali Jabber adalah ulama yang tak henti-henti memberikan nasihat agar masyarakat mau menerapkan protokol kesehatan demi terhindar dari Covid-19.

Bahkan, ulama keturunan Timur Tengah ini pernah hadir konferensi pers di BNPB, April lalu. Syekh Ali Jaber memberi nasihat mengenai Ramadhan yang kemungkinan besar dilalui umat muslim Indonesia dalam situasi pandemi virus Corona.

“Kali ini kita beribadah di rumah dan kita produktif bagaimana bisa menjadikan rumah adalah jannati, surgaku rumahku. Di sinilah kita jadikan di bulan Ramadhan ini rumahku surgaku dengan kita beraktivitas ibadah,” kata Syekh Ali.

Namun apa daya, kini dirinya terpapar Covid-19. Hal itu dia sampaikan Melalui akun YouTube Syekh Ali Jaber. Pada video tersebut, ia mengatakan sudah sering melakukan swab berkali-kali dan hasilnya selalu negatif.

Namun, beberapa hari yang lalu ia mulai merasakan panas dingin dan juga batuk, seperti gejala Covid-19.

“Alhamdulillah inalilah subhanallah nggak menyangka padahal sering swab berkali-kali selalu negatif, beberapa hari lalu awal langkah mulai panas kemudian batuk saya rasa panas biasa-biasa saja,” katanya pada akun YouTube pribadinya tersebut, Selasa (29/12/2020).

Ketika badan terasa panas, ia mengaku sempat meminum obat untuk mengurangi panas, dan juga batuk. Bahkan meminum madu agar bisa menjaga stabilitas tubuh.

“Saya minum obat untuk mengurangi panas kemudian obat batu saya juga udah minum madu dan lain sebagainya,” imbuhnya.

Meski sudah berupaya sekuat tenaga, namun takdir berkata lain. “Tapi Subhanallah Qadarullah saya disuruh swab lagi saya tidak merasa sama sekali akan positif, makanya saya swab saja, datang ke rumah kemudian ternyata hasilnya positif,” ucapnya.

Ia mengaku sempat menjalani isolasi mandiri dalam proses penyembuhannya tersebut. Namun, hal itu nyatanya membuat kondisi tubuhnya menjadi lemah.

Semenjak itu, panas naik turun disertai batuk sampai sesak nafas . Ketika sesak nafas sudah tidak kuat lagi untuk karantina mandiri, langsung dibawa lari ke rumah sakit. “Dan sekarang saya dirawat dan alhamdulillah, keadaan bisa dibilang stabil, walau masih sesak nafas,” katanya.

Kini dia mohon doa agar sembuh secepatnya. “Mohon doanya, coba bayangkan saya jarang ketemu siapa-siapa kalaupun ketemu saya selalu memenuhi protokol jaga 3 M. Kemudian menjauh dari kerumunan dan keramaian, tapi subhanallah kalau sudah qadarullah wa hadhr la Yuni Minal qadar, Kalau sudah ditakdirkan oleh Allah pasti datang ujian,” ujarnya.

(IMF/foto: Alijaber)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah