Connect with us

Khazanah

Prihatin Pembakaran Quran, MUI Minta Pemerintah Panggil Dubes Swedia

[JAKARTA, MASJIDUNA]– Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta pemerintah Indonesia mengirimkan nota protes dan panggil Dubes Swedia usai aksi pembakaran Al-Qur’an yang dilakukan politisi sayap kanan keras Swedia, Rasmus Paludan pada Sabtu lalu (14/22/2022).

“Rasmus Paludan merupakan seorang pengacara dan juga pemimpin partai sayap kanan ekstrim dari Denmark yang berambisi melakukan demonstrasi anti-Islam,” dikutip MUI dari situs resminya, 20 April 2022.

Majelis Ulama Indonesia kemudian memberikan 6 poin pernyataan sikap yang tertuang pada surat bernomor Kep-50/Dp-MUI/IV/2022 yang ditandatangani oleh Ketua MUI Bidang Internasional, Sudarnoto Abdul Hakimd dan Sekjen MUI Amirsyah Tambunan.

Baca Juga: Ketua Komisi Fatwa MUI Meninggal Dunia

Selain meminta pemerintah memanggil Dubesa, juga meminta masyarakat tidak terprovokasi.

Apalagi hal itu dilakukan di bulan suci Ramadan, ketika seluruh umat muslim di dunia sedang melaksanakan ibadah.

Berikut 6 Poin Lengkap Sikap MUI atas aksi Bakar Al-Qur’an

  1. MUI mengecam keras aksi intoleran tersebut yang seharusnya tidak terjadi di negara Swedia yang tingkat kesejahteraan negaranya dianggap telah tinggi.

2.MUI berpandangan bahwa pembakaran Alquran adalah pelecehan terhadap agama, mendukung pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI bahwa menggunakan argumentasi kebebasan berekspresi dalam kasus ini adalah tindakan yang tidak bertanggungjawab dan tidak terpuji.

3.MUI berpandangan bahwa tindakan politisi dan kebijakan PM Swedia yang membela aksi tersebut dengan argumentasi kebebasan beragama bertentangan dengan resolusi PBB tentang Dialog Antar Peradaban (1998) dan Resolusi PBB tentang Memerangi Islamophobia (2022). Oleh karena itu MUI mengajak Pemerintah dan warga Swedia untuk menghormati dan melaksanakan Resolusi PBB tentang Memerangi Islamophobia dan tidak menjadi bagian dari Islamophobia serta tidak melindungi pelaku Islamophobia.

Baca Juga: Jika Covid-19 Tak Terkendali, MUI: Salat Jumat Bisa Diganti Salat Duhur

4.MUI mengajak masyarakat internasional untuk menghormati Resolusi PBB tentang Memerangi Islamophobia dan mendorong untuk ditingkatkannya dialog antaragama (interfaith dialogue) maupun dialog antar peradaban (dialog among civilizations) untuk meningkatkan saling pemahaman (mutual understanding) ,saling menghormati (mutual respect) dan saling bertoleransi (mutual tolerance).

5.MUI meminta Pemerintah Indonesia agar mengirimkan nota protes dan memanggil dubes Swedia di Jakarta.

6.MUI menyerukan kepada umat Islam di seluruh dunia dan Indonesia pada khususnya yang sedang melaksanakan ibadah puasa Ramadhan agar tetap bersabar, menahan diri serta tidak terprovokasi oleh tindakan tidak beradab kepada umat beragama tersebut.

(IMF/sumber:MUI)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah