Connect with us

Politik Islam

PKS Usung Gerakan Masker dan Disinfektan Gratis di Rumah Ibadah

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini menginstruksikan kepada seluruh anggota Fraksi PKS di DPR dan DPRD Provinsi serta  Kabupaten/Kota membantu warga mencegah meluasnya wabah Covid-19. Yakni dengan membagikan masker dan disinfektan gratis di rumah ibadah saban Sabtu dan Minggu.

“Mudah-mudahan ini bisa dilaksanakan oleh seluruh anggota Fraksi PKS baik tingkat pusat maupun daerah,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Jumat (20/3).

Menurutnya, tujuan gerakan itu  dalam rangka membantu masyarakat menghadapi dan mencegah meluasnya wabah corona. Masker, merupakan ‘senjata pertahanan’ bagi setiap orang, apalagi yang beraktivitas. Pasalnya kebutuhan masker menjadi penting bagi tukang ojek, pedagang kaki lima, penjual keliling, pemulung, serta khususnya masyarakat kecil dan tidak mampu.

Sejumlah profesi itu menjadi prioritas bagi Fraksi PKS untuk disasar pemberian masker gratis dari gerakan tersebut. Sementara disinfektan membantu sarana publik dan rumah ibadah tetap terjaga dan bersih dari virus dan bakteri.

“Mudah-mudahan ikhtiar ini bisa meringankan sesama dalam menghadapi Covid-19, sekaligus menumbuhkan solidaritas bersama bahwa kita secara kolektif akan bisa melewati pandemi ini dengan segera dan korban jiwa yang dapat diminimlisir,” katanya.

Fraksi PKS, kata Jazuli, meminta seluruh masyarakat tetap waspada. Selain itu,  mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah, untuk menjaga jarak sosial, bekerja dan belajar dari rumah, tidak bepergian dan tidak mendatangi keramaian.

Bila  pun terpaksa keluar rumah untuk keperluan mendesak, tetap menjaga diri, jaga jarak aman interaksi, dan ikuti protokol kesehatan seperti jaga kebersihan, cuci tangan. Bahkan menjadi keharusan menggunakan hand sanitizer dan masker bagi yang memerlukan dan untuk antisipasi atau berjaga-jaga.

“Anggota Fraksi PKS dalam pembagian masker ini juga tidak mengumpulkan orang tetapi kita yang datang ke mereka seperti di pangkalan ojek, kaki lima, pasar, klinik atau rumah sakit,” pungkasnya.

[AHR/foto:ayosemarang.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Politik Islam