Connect with us

Ekonomi Islam

Perlu Pintasan Peningkatan Pertumbuhan Keuangan Syariah

[YOGYAKARTA, MASJIDUNA] —  Sepanjang dua dekade terakhir, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pengembangan industri jasa keuangan syariah nasional mengalami banyak capaian dan kemajuan. Khususnya dalam aspek kelembagaan, infrastruktur penunjang, regulasi dan sistem pengawasan, serta awareness dan literasi masyarakat terhadap layanan jasa keuangan syariah.

Dalam mendukung pengembangan industri keuangan syariah yang semakin kompleks ke depan, perlu dilakukan terobosan. Sehingga dapat mendorong pertumbuhan keuangan syariahlebih cepat, stabil, efisien, dan berdaya saing, sehingga dapat berkontribusi optimal dan memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

Demikian disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen saat pembukaan Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) 2019 yang diselenggarakan di Yogyakarta, Selasa (14/10). Mengusung tema ‘Peningkatan Daya Saing Keuangan Syariah Melalui Inovasi dan Sinergi Menuju Responsible Finance and Investment (RFI) dalam rangka Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional’.

Hoesen menilai, perkembangan industri jasa keuangan berlansung cepat dan dinamis. Bahkan membuka peluang inovasi bagi industri keuangan syariah untuk lebih fokus pada nilai-nilai yang terkandung pada konsep RFI. Antara lain menggali potensi khazanah syariat Islam terkait dana sosial wakaf, zakat dan sedekah.

“Dalam rangka memadukan dengan pengembangan produk dan jasa keuangan syariah,” ujarnya dalam keterangan tertulis kepada wartawan.

Dia menilai dalam mencapai capaian itu, diperlukan dukungan berbagai riset dan ide-ide kreatif dari akademisi ataupun masyarakat pelaku industri. Pasalnya ranah riset keuangan syariah belum tersentuh secara luas. OKJ, kata Hoesen, amat berkepentingan dan berkomitmen secara berkelanjutan penyelenggaraan kegiatan forum riset ekonomi dan keuangan syariah.

“Sebagai media komunikasi para stakeholders dalam pengembangan industri keuangan syariah di Indonesia,” pungkasnya.

[AHR/Foto:finansialku.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam