Connect with us

Ragam

Peran KUA dalam Mencegah Perceraian

Dengan menghadirkan penghulu berkualitas melalui program peningkatan kompetensi dan penyusunan kurikulum. Program tersebut bakal digelar secara masif di Indonesia.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Tingginya angka perceraian di tanah air membuat miris. Ironisnya di tengah situasi pandemik Covid-19 menjadi penyumbang penyebab merangkaknya angka perceraian. Yakni mencapai angka 400 ribu.

Situasi pandemik Covid-19 memang menjadikan kondisi perekonomian banyak keluarga morat-marit. Pertengkaran di keluarga kerap terjadi, hingga kurangnya memahami dan memaknai hakikat sebuah pernikahan.

Melihat kondisi tingginya angka perceraian, Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama, Kamaruddin Amin  angkat bicara. Menurutnya, dalam mencegah terjadinya peningkatan angka perceraian terdapat peran Kantor Urusan Agama (KUA).

Dia menujuk kebijakan Direktorat Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kementerian Agama.  Sebab, penghulu tak saja bertugas  mencatat pernikahan  semata, tetapi menjawab semua persoalan rumah tangga. Itu sebabnya KUA mesti berperan penting dalam mencegah terjadinya perceraian.

“KUA mulai saat ini harus berperan mencegah perceraian dengan menghadirkan penghulu berkualitas,” ujarnya,  Rabu (11/11).

Amin menjelaskan, program Keluarga Sakinah adalah program unggulan prioritas di Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimas Islam. Langkah tersebut  dilakukan dengan menghadirkan penghulu berkualitas melalui program peningkatan kompetensi dan penyusunan kurikulum.

“Ini akan dilaksanakan secara masif di Indonesia. Melihat fenomena sosial dan keluarga di masyarakat,” pungkasnya.

[AHR/Bimasislam/Ilustrasi Foto:Tribunnews]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ragam