Connect with us

Ekonomi Islam

Pentingnya Penguatan Rantai Nilai Halal

Penerapan manajemen rantai nilai halal sangat diperlukan untuk menjamin kualitas kehalalan produk.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Mastuki mengatakan sertifikasi halal menjadi bagian penting dalam penguatan rantai nilai halal. Karenanya, penguatan rantai nilai halal menjadi bagian upaya dalam mencapai visi Indonesia sebagai pusat ekonomi syariah di dunia.

“Sertifikasi halal merupakan bagian dari kanal halal value chain atau rantai nilai halal ini,” ujarnya dalam webinar Halal Series bertema ‘Obat Halal, Darurat Sampai Kapan?’, abu (24/3) kemarin.

Dia menilai rantai nilai halal sebagai upaya mengintegrasikan industri halal. Mulai input, produksi, distribusi, hingga pemasaran. Bahkan konsumsi merupakan keseluruhan proses yang melibatkan banyak pihak terkait. Karena itulah, menerapkan konsep halal dari hulu hingga hilir  dalam penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (JPH) di Indonesia menggunakan pendekatan traceability  alias telusur. Pendekatan itu digunakan dalam memastikan kehalalan suatu produk.

“Dengan demikian, sertifikasi halal tak bisa dilepaskan dari kondisi pra-sertifikasi dan juga pasca-sertifikasi.

Baginya, kehalalan suatu produk mesti terjaga. Sejak bahan baku hingga produk jadi yang siap dikonsumsi oleh masyarakat luas. Penerapan manajemen rantai nilai halal sangat diperlukan untuk menjamin kualitas kehalalan produk. Penanganan produk harus berbeda dan terpisahkan antara yang halal dengan tidak halal dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, masyarakat pun dapat dengan mudah membedakan keduanya.

Para pemangku kepentingan halal mesti terus bersinergi dan berpaya membangun serta memperkuat ekosistem halal. Kemudian memastikan rantai nilai halal berjalan dengan baik dari hulu hingga ke hilir. Menurutnya, semua hal tersebut akan lebih mudah diwujudkan ketika kesadaran halal masyarakat juga telah terbangun dengan semakin baik.

“Ini tantangan kita bersama, termasuk juga dunia industri, para pelaku usaha, Kementerian/Lembaga dan instansi terkait, perguruan tinggi, dan masyarakat di dalam mengembangakan industri halal nasional,” pungkasnya.

[AHR/Halal]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam