Connect with us

Ekonomi Islam

Pengembangan Ekonomi Keuangan Syariah Melalui Kolaborasi MUI dan KNEKS

Keunikan sistem ekonomi syariah terletak pada nilai-nilai yang sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Seperti kejujuran, keadilan, tolong menolong, hingga keberpihakan pada kelompok lemah.

[JAKARTA, MASJIDUNA] —  Meski Indonesia menjadi negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, namun peran dan kontribusi ekonomi syariah  di tataran nasional belumlah optimal. Itu sebabnya pemerintah berkomitmen bakal terus mengembangkan ekonomi dan keuan syariah. Antara lain dengan  membentuk Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).

Demikian disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dala, webinar bertajuk ‘Strategis Nasional Indonesia Menuju Pusat Produsen Halal  Dunia’ akhir pekan lalu. “Ketuanya adalah Presiden dan Ketua Hariannya adalah Wakil Presiden,” ujarnya.

Selain itu terdapat penandatanganan memorandum  of understanding (MoU) alias nota kesepahaman antara  KNEKS dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Syariah. Melalui MoU diharapkan dapat mengembangkan dan menggali potensi perekonomian syariah di Indonesia. Setidaknya agar meningkatkan kesejahteraan masyarakat berkeadilan.

Dia menilai adanya potensi besar Indonesia bakal memimpin industri produk halal dunia. Karenanya, Sri Mulyani yakin bakal terwujud mimpi tersebut melalui kolaborasi dan dukungan serta langkat strategis antara KNEKS dan MUI. “Insya Allah dapat segera kita wujudkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Sri mengatakan, kiprah, inisiatif dan inovasi KNEKS dalam  membuat terobosan pembangunan ekonomi dan keuangan syariah amat dinanti seluruh masyarakat Indonesia. Ekonomi syariah dipandang mampu menjadi sumber pertumbuhan baru ekonomi nasional, serta mampu menjawab berbagai tantangan dalam dinamika perekonomian nasional.

Menurutnya, keunikan sistem ekonomi syariah terletak pada nilai-nilai yang sejalan dengan kearifan lokal masyarakat Indonesia. Antara lain kejujuran, keadilan, tolong menolong, profesional, serta keberpihakan pada kelompok lemah diyakini dapat membantu mempercepat pemulihan ekonomi nasional.

“Kesamaan nilai-nilai tersebut mendorong keinginan diterapkannya sistem ekonomi syariah secara lebih menyeluruh di setiap aspek kehidupan,” pungkasnya.

[AHR/Kemenkeu/Foto:jpnn.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam