Connect with us

Khazanah

Pengarusutamaan Moderasi Beragama Cara Merawat KeIndonesiaan

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Program pengarusutamaan moderasi beragama Indonesia mulai dilaksanakan Kementerian Agama. Dorongan agar program tersebut berjalan konsisten menjadi harapan banyak pihak> Salah satunya, Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI). Pasalnya, moderasi beragama menjadi cara dalam menjaga serta merawat KeIndonesiaaan.

Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) APRI, Madari  melalui siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (30/7). “APRI dan seluruh penghulu yang berjumlah 8.336 orang saat ini mendukung program moderasi beragama dan siap untuk mensosialisasikannya kepada masyarakat,” ujarnya.

APRI, kata Madari, menjadi bagian dari Kementerian Agama. APRI pun mendukung program jaga kebersamaan Umat da Integrasi Data melalui ‘tiga kata kunci Kemenag’.  Moderasi beragama, yakni meyakini secara mutlak ajaran agama yang dianutnya. Namun begitu, masih memberikan ruang bagi pemeluk agama lain dalam menjalani kebersamaan di masyarakat.

Bagi Madari, moderasi beragama dan kebersamaan umat layaknya dua sisi mata uang yang tidak terpisahkan. Bahkan  merupakan implementasi dari ajaran agama Islam yang rahmatan lil alamin. Karena itu, Madari berpendapat, mesti dibangun secara linier di atas pemahaman agama yang benar. 

Dakwah elegan

Lebih lanjut Kepala KUA Kecamatan Setia Budi Jakarta Selatan ini berpendapat, penghulu memiliki banyak kesempatan dalam menyampaikan dakwah secara elegan dan moderat. Kemudian,  menyajikan Islam yang merangkul,  bukan memukul. Tentunya melalui kegiatan-kegiatan bimbingan perkawinan, nasihat pernikahan, pembinaan masjid dan lain sebagainya.

Dia menilai, kedamaian bakal terwujud  ketika adanya saling pengertian antar pemeluk agama. Setidaknya dalam rangka mencegah terjadinya konflik horizontal antar kelompok umat  seagama, maupun antar umat beragama. Nah peran penghulu amatlah strategis sebagai pegawai Kemenag yang bersentuhan langsung dengan kalangan umat di bawah.

Sebagaimana diketahui, moderasi beragama sedang gencar digalakan Kemenag. Menag Lukman Hakim Saifuddin mencanangkan 2019 menjadi tahun moderasi beragama seiring dengan penetapan tahun 2019 sebagai The Internasional Year of Moderation oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).  [redaksi]

2 Comments

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah