Connect with us

Ekonomi Islam

Pelaku Usaha Diminta Kembangkan Produk Halal

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Seiring perkembangan produk halal, para pelaku usaha diminta mengembangkan berbagai produk yang ada menjadi industri halal. Pemenuhan kebutuhan terhadap berbagai masyarakat atas produk halal menjadi amat penting. Lagipula,  Indonesia menjadi negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Sukoso dalam sebuah diskusi daring  bertajuk ‘Prospects and Challenges of Halal Industry during the Covid-19 Pandemic’, Sabtu (16/5) lalu.

“Karena itu saya selalu mengajak para pelaku usaha terlebih UKM untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkannya. Halal is premium quality,” ujarnya.

Dia menilai, pelaku usaha yang menjalankan proses produksi dengan upayanya untuk memenuhi standar halal yang ada, merupakan suatu usaha yang bernilai kebaikan. Selain itu, pun bakal membawa kemanfaatan yang besar bagi masyarakat.  Oleh karena itu kesadaran pelaku usaha  menjadi penting.

“Ini (memproduksi produk halal, red) merupakan misi yang mulia,” ujarnya.

Dia menegaskan, dalam  mendukung iklim produk halal di Indonesia, BPJPH telah melakukan serangkaian program. Antara lain penyiapan auditor halal. Pihaknya pun telah membekali para calon auditor halal untuk membangun Lembaga Pemeriksa Halal (LPH). Para calon auditor berasal dari perguruan tinggi negeri maupun lembaga islam.

Sukoso bilang, para calon auditor pun telah diundang dan diberi pelatihan selama sepekan di Jakarta. Jumlahnya pun tercatat sebanyak 223 orang. Selain telah mendapat pelatihan pun telah mengantongi sertifikat. Setidaknya dengan begitu, mereka pun dapat segera mengikuti ujian kompetensi auditor halal. Tak hanya itu,  Kemenag pun telah memiliki Satuan Tugas (Satgas) Jaminan Produk Halal yang tersebar pada Kanwil Kemenag di seluruh Indonesia.

“Insya Allah kita akan terus berkembang,” pungkasnya.

[AHR/Kemenag/Foto: dream.co.id ]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam