Connect with us

Ekonomi Islam

Payakumbuh Bidik Jadi Distributor Rendang Bagi Jamaah Haji

[PAYAKUMBUH, MASJIDUNA] — Pemerintah Kota Payakumbuh Sumatera Barat terus berupaya agar  dapat menjadi pemasok rendang untuk bekal bagi jamaah haji asal Indonesia yang beribadah Haji ke tanah suci, Makkah. Maklum sebagai daerah penghasil rendang terbesar, payakumbuh memiliki kekhasan tersendiri.

“Payakumbuh The City Of Randang bukan hanya slogan semata. Kita merupakan penghasil rendang terbesar. Kita akan upayakan agar rendang yang menjadi bekal jamaah haji berasal dari kita,” ujar Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz di Payakumbuh, Senin (10/2).

Menurutnya, pemerintah kota Payakumbuh bakal melobi Pemerintah Pusat. Khususnya Kementerian Agama sebagai penyelenggara ibadah haji. Dia menjelaskan,  di sentra rendang, Payakumbuh  tak hanya dari daging sapi. Namun terdapat  rendang telur, ayam, udang, paru, nangka dan jenis lainnya.

“Kurang lebih ada 30 jenis varian,” katanya.

Erwin berpendapat, bila rendang asal Payakumbuh dipercaya mendistribusikan bagi jamaah haji asal Indonesia,  maka banyak keuntungan yang didapat. Mulai usaha kecil menengah, peternak sapi dan penghasil rempah-rempah.Dia memprediksi tiap tahunnya rata-rata terdapat 250 ribuorang jamaah haji di Indonesia yang bakal mengkonsumsi rendang. Dengan begitu, terdapat 10 juta potong rendang yang disediakan.

Nah dari 10 juta potong rendang itu, dibutuhkan 5.000 ekor sapi, bumbu masak sekitar 300 ton dan dua juta butir kelapa. Sehingga tak saja masyarakat Payakumbuh, namun nantinya bakal  dibutuhkan pasokan dari daerah lain.

Saat ini Pemerintah Kota Payakumbuh telah menyediakan regulasi untuk menggerakkan UKM Rendang yang ada. Seluruh usaha kecil menengah rendang sudah dipusatkan di sentra Rendang Payakumbuh yang ada di Padang Kaduduak. Menurutnya, saat ini sudah menentukan teknologi yang tepat untuk memasak, mengemas dan pengawetan.

“Kita juga sudah membuatkan UPTD untuk ini. Kita juga mengumpulkan UKM ini dalam bentuk koperasi. Jadi kita membantu secara kelompok, bukan lagi secara individu. Karena itu akan dorong rendang kita bisa menjadi distributor makan jamaah haji, minimal untuk jamaah asal Sumbar,” pungkasnya.

[AHR/Antara]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam