Connect with us

Khazanah

MUI Pasuruan Dorong Polri Usut Pihak yang Memanfaatkan Gus Javar

[PASURUAN, MASJIDUNA] – Kontroversi Gus Javar, pria asal Gayam, Pasuruan, Jawa Timur memicu keprihatinan dari berbagai pihak. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pasuruan mendorong Kepolisian mengusut pihak-pihak yang memanfaatkan Javar untuk kepentingan pribadi.

Ketua MUI Kabupaten Pasuruan KH Nurul Huda Muhammad mendorong pihak kepolisian agar melacak pihak-pihak yang memanfaatkan Javar untuk kepentingan pribadi. “MUI meminta agar pihak kepolisian untuk melacak siapa yang memanfaatkan Javar. Harus ada intel yang turun langsung,” ujar Gus Nurul, demikian akrab disapa, saat berbincang dengan MASJIDUNA.COM, Sabtu (15/2/2020).

Gus Nurul berpendapat mengenai Javar secara syariat jelas tidak tepat. Menurut dia, Javar yang setiap hari menggunakan celana pendek dan tidak menjalankan syariat seperti ibadah salat. “Bagi MUI melihat orang tidak menjalankan salat itu jelas tidak baik. Yang dikhawatirkan ini menyesatkan orang-orang awam. Masyarakat khususnya kalangan santri resah dengan keberadaan Javar,” tambah Gus Nurul.

Ia mencontohkan kegiatan yang kerap dilakukan pihak-pihak di sekitar Javar dengan melakukan perjalanan ke luar kota. Gus Nurul menduga, kegiatan semacam itu memungut biaya dari masyarakat yang ikut kegiatan tersebut. “Bagaimana mungkin Javar bisa membuat rombongan keluar kota? Itu kan dimanfaatkan, hasilnya itu diduga tidak diterima Javar. Saya menduga Javar hanya dimanafatkan saja,” sebut Gus Nurul.

Sebelumnya, PCNU Pasuruan juga telah berpendapat Javar bukanlah wali. Javar hanyalah sosok pria yang nyleneh yang tidak perlu diikuti. Ketua PCNU Kabupaten Pasuruan KH Imron Mutamakkin menepis jika Javar disebut wali. Menurut dia, yang mengetahui seorang sebagai wali tak lain adalah wali itu sendiri. Menurut Gus Ipong, demikian kerap disapa, Javar hanyalah sosok yang nyeleneh saja. “Kalau nyeleneh jangan diikutin,” tandas Gus Ipong.

Dalam catatan MASJIDUNA.COM, terdapat sejumlah akun YouTube yang rajin mengunggah keseharian Javar. Seperti akun “pecinta gus javar”, per Sabtu (15/2/2020) ini telah memiliki 17,9 ribu subcriber. Akun yang dibuat pada 20 Agustus 2019 lalu itu telah dilihat total oleh masyarakat sebanyak 3.928.838 penonton.

Akun “pecinta gus javar” ini rutin mengunggah aktivitas Javar. Seperti unggahan dengan judul “gus Javar – Ilmu Laduni” ada juga unggahan dengan judul “Semua Orang berebut Sisa Makan Gus Javar Emas Tetaplah Bernilai (Everyone Suching The Rest Of Eat)”.

Ada juga unggahan “GUS JAVAR – Berangkat belakangan sampai duluan di TMII karomah gus javar (gus javar excess)”. Satu bulan lalu, akun ini juga mengunggah dengan judul “Gus Javar- CERAMAH TINGKAT TINGGI GUS JAVAR”. Unggahan ini telah dilihat 274 ribu penonton.

Sedangkan akun “Sabdo Palon” saat ini telah memiliki 112 ribu subcriber. Akun ini dibuat sejak 24 Juli 2017 lalu. Hingga saat ini telah mencapai 39.723.798 penonton. Unggahan terbaru dari akun ini dengan judul “Simulasi Gus Javar Mengirim Bantuan Lewat Udara”. Ada juga judul unggahan “Ini Bukti Uang Gus Javar Tidak Pernah Habis”. Seminggu lalu, akun ini juga mengunggah video dengan judul “Pejabat Dinas Perhubungan Minta Barokah Keselamatan Supaya di Jalan Tol Jangan ada Kecelakaan Lagi”.

Pengelola akun “pecinta gus javar”, Farid pada Jumat (14/2/2020) membuat siaran langsung untuk mengklarifikasi sejumlah hal termasuk pemberitaan yang diunggah MASJIDUNA.COM pada 11 Februari 2020 lalu “Respons Fenomena Gus Javar, PCNU Pasuruan: Dia Nyeleneh Tidak Perlu Diikuti!”.

Farid dalam unggahan yang diberi judul “MENANGGAPI KOMENTAR TETANG GUS JAVAR” mengklarifikasi sejumlah hal. Farid tidak menampik jika Gus Javar disebut sebagai sosok yang nyleneh. “Ya Memang nyleneh, katanya Gus Javar tidak patut diikuti, kalau mencari guru harus ke guru, seperti Gus Baha, Gus Miftah, itu betul sekali. Gus Javar tidak mengajarkan apa-apa, tidak berdakwah, dia cuma ilmu yang diambil Gus Javar adalah sifat keikhlasannya,” sebut Farid sembari merokok.

Farid juga menegaskan Gus Javar tidak pernah menganggap dirinya sebagai wali Allah. Ia berdalih, sebutan wali justru dari warga internet (internet citizen). Farid menyebut unggahan videonya juga tidak pernah menyebut Gus Javar wali.


“Bahkan saya tidak pernah menyebut judul Wali Gus Javar, judulnya wali, mungkin channel yang resmi tidak pernah menyebut wali, mungkin youtuber lain yang mengcopy video saya, mereka sendiri yang heboh. Warga sini baik-baik saja,” klaim Farid.

Klaim Farid tidak sepenuhnya benar. Nyatanya, sejumlah video yang diuggah memberi kesan Javar merupakan sosok yang istimewa. Judul-judul video yang diunggah akun-akun tersebut kerap membuat judul yang masuk kategori clickbait (memancing orang untuk mengkilk) hingga memunculkan persepsi tersendiri terhadap figur Javar.

[RAN/Foto: Tangkap Layar Youtube “pecinta gus javar”]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah