Connect with us

Ekonomi Islam

MUI Fokus Inkubasi Bisnis Syariah dan Ukhuwah Islamiyah

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Upaya monitoring dan evaluasi (Monev) dalam menjaga kualitas  manajemen  di Majelis Ulama Indonesia (MUI) tingkat provinsi digelar. Langkah tersebut sebagai upaya agar adanya kesuaian  dengan ISO 9001: 2015 yang telah diperoleh MUI Pusat pada Juni 2018.

Demikian disampaikan Wakil Sektretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Bidang Infokom, Amirsyah Tambunan sebagaimana dilansir laman MUI. Menurutnya, pihaknya telah meninjau beberapa MUI Provinsi. Antara lain, MUI Jawa Timur, MUI Sulawesi Selatan, MUI Sulawesi Tenggara selama Agustus hingga September 2019.

Tim Monev Jawa Timur misalnya, terdiri dari Amirsyah Tambunan, Nadratuzzaman Hosen, dan Ridha HR Salamah. Menudirutnya kedatangan Tim Monev sambut Ketua Umum MUI Jawa Timur Kiai Abdusshomad Buchori dan sejumlah Dewan Pimpinan MUI Jatim seperi Prof Dr HM Roem Rawi dan Wahid Wahyudi.

Amirsyah merekomendasikan pentingnya menulis buku biografi ketua umum MUI Prov Jatim sebagai sarana bagi generasi muda mendatang. “Dengan ditulisnya biografi para ketua umum MUI Jatim, para penerus MUI dapat memahami sejarah perjuangan pimpinan MUI Provinsi Jawa Timur, “ katanya.

Dai menjelaskan, terkait hasil Monev Tahun 2017, MUI Prov Jatim memperoleh predikat A. Sehingga diharapkan mampu mempertahankan standard pengelolaan managemen organisasi sesuai ISO 9001: 2015.

Sementara Ketua Umum MUI Jawa Timur Kiai Abdusshomad Buchori mengatakan, MUI Jatim bakal fokus meningkatkan program pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pusat Inkubasi Bisnis Syariah (Pinbas).

“Baru-baru ini kita telah berhasil panen bawang di Bondowoso, agak telat memang, karena baru ditanam di bulan Februari, “ ujarnya.

Ketua MUI Sulsel, Kiai Sanusi Baco menambahkan, MUI di provinsi tempatnya bernaung, hasil Monev dapat menguatkan peran MUI sebagai perekat bangsa. Yakni, pelayanan masyarakat (khadimul ummah) dan mitra pemerintah (shadiqul hukumah).

“MUI akan tetap meneguhkan dan memantapkan peran dalam ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah,” pungkasnya.

[AHR/MUI] Foto: MUI

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam