Connect with us

Ekonomi Islam

Muhammadiyah Perlu Meraih Kemandirian Berekonomi

“Kita (umat muslim, red) mayoritas, tapi dalam peran minoritas,”

[BANTUL, MASJIDUNA] — Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anwar Abbas berpendapat organisasi masyarakat keagamaan besutan KH Ahmad Dahlan perlu meraih kemandirian dalam berekonomi. Sayangnya di Indonesia terjadi ketidakadilan proporsional.

Menurutnya orang terkaya terhitung hanya segelintir yang pribumi. Begitu pula hanya satu orang yang muslim. Padahal umat muslim di Indonesia  sebanyak 90 persen. Mirisnya, segelintir orang terkaya itulah yang menentukan Indonesia.

“Kita (umat muslim, red) mayoritas, tapi dalam peran minoritas,” ujarnya sebagaimana dikutip MASJIDUNA dari laman Muhammadiyah.

Anwar tak heran dengan kondisi pertumbuhan perekonomian yang tidak berkembang. Beruntungnya dalam Muktamar Muhammadiyah terakhir,  ekonomi menjadi pilar ketiga. Anwar membuka pertanyaan dalam paparannya, mungkinkah Muhammadiyah kaya?.

“Kedepan Muhammadiyah harus fokus kedepan  bagaimana caranya menjadi pemilik/penguasa capital,” tegasnya.

Anwar mengatakan, setiap anggota Muhamamdiyah membayar iuran anggota sebesar Rp10 ribu per bulan dikalikan jumah anggota sebanyak 10 juta orang. Kemudian hasilnya dikalikan satu tahun, setidaknya mendapat Rp1,2 triliun. Selain itu, Muhammadiyah punya iuran amal usaha 2,5% juga harus dilakukan efisiensi dalam gerakan Muhammadiyah.

Anwar mengatakan, pengelolaan cash managemen juga penting. Baiknya kita kelola keuangan Muhammadiyah secara profesional. Menjaga kepercayaan dalam Zakat, Infak, Shodaqoh Muhammadiyah juga penting, apalagi memiliki target-target yang jelas.

Bahkan Anwar menyebutkan bahwa Muhammadiyah ini kedepannya harus di backup lembaga sekelas CSIS dan badan khusus ekonomi dan bisnis Muhammadiyah. Terakhir, Anwar berpesan kemandirian ekonomi yang digapai Muhammadiyah nanti kedepannya akan membuat Muhammadiyah menjadi penentu di negeri ini.

[AHR/Muhammadiyah]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam