Connect with us

Khazanah

Mengenang KH Wahab Hasbullah, Pendiri NU yang Lahir 133 Tahun Silam

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Hari ini tepat 133 tahun silam, adalah hari lahir KH Wahab Hasbullah. Tepatnya 31 Maret 1888 di Jombang, Jawa Timur. Bagi warga Nahdlatul Ulama (NU), Kyai Wahab bukan nama asing, meski telah meninggal dunia 50 tahun silam. Sebab, dialah sosok di balik pendirian ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Sebelum mendirikan NU, dia yang mendirikan Organisasi Pemuda Islam bernama Nahdlatul Wathan pada 1916.

Selain menjadi Ketua Komite Hijaz, pada 1926 dia pun yang ikut membidani kelahiran NU bersama KH Hasyim Asy’ari. Bukan hanya itu, dia juga yang melahirkan Gerakan Pemuda Ansor setelah sebelumnya mengalami perubahan nama seperti Persatuan Pemuda NU (PPNU), Pemuda NU (PNU), dan Anshoru Nahdlatul Oelama (ANO).

Nama Ansor diambil oleh KH Wahab Chasbullah merujuk pada sebutan yang diberikan Nabi Muhammad SAW kepada penduduk Madinah yang telah berjasa dalam membantu membela dan menegakkan Islam yang kala itu masih dalam tahap perkembangan.

Jasa yang juga tak bisa dipungkiri adalah keterlibatannya dalam menyerukan pertempuran 10 November di Surabaya yang kemudian dikenal sebagai Hari Pahlawan.

Setelah Indonesia merdeka, pada 22 Oktober 1945 atau delapan minggu setelah Proklamasi, KH Wahab bersama KH Hasyim Asyari memunculkan fatwa “Resolusi Jihad” yang dikeluarkan PBNU dalam pertemuan Ulama dan konsul-konsul NU se-Jawa dan Madura, di kantor PB Ansor Nahdlatoel Oelama (ANO), Jalan Bubutan VI/2 Surabaya. Inti resolusi itu adalah menolak menyerah, tetapi melawan penjajah.

Pahlawan Nasional KH Wahab Hasbullah (31 Maret 1888-29 Desember 1971) (Sumber: istimewa)
Baca Juga: Nahdlatul Ulama Kaltim Usulkan Pilkada Ditunda

Ketika Indonesia merdeka, peran KH Wahab dalam menjaga Pancasila tidak diragukan lagi. Hal itu diceritakan oleh Saifudin Zuhri dalam salah satu bukunya, Biografi Wahab Hasbullah.

“Kami bertiga, Kiai Wahab, Pak Idham, dan Saifuddin Zuhri sama-sama duduk dalam dewan pertimbangan agung mewakili NU. Berbulan-bulan dewasa ini membicarakan “sosialisme Indonesia”, “Landreform”, “Pancasila” dan lain-lain. Ada dua aspek yang selalu diperhatikan oleh NU dalam pembahasan tersebut. Sosialisme Indonesia menurut NU haruslah sosialisme ala Indonesia dan bukanlah sosialisme ala komunisme, baik Moskow atau Peking.”

KH Wahab meninggal setelah Indonesia menikmati kemerdekaanya bahkan memasuki tahap pembangunan. Dia meninggal 29 Desember 1971 pada umur 83 tahun.

Atas jasa-jasanya, maka pemerintah mengangkatnya sebagai pahlawan nasional pada 2014 silam bersama Letjen TNI (Purn) Djamin Ginting, Sukarni Kartodiwirjo dan HR Mohammad Mangoendiprojo. Anugerah pahlawan diberikan oleh Presiden Jokowi pada 11 Nomber 2014 di Istana Negara.

Menurut Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, keempat nama itu sudah merupakan hasil pembahasan menyeluruh oleh Dewan Gelar Pahlawan. “Mekanisme penganugerahan gelar pahlawan keempat orang tersebut sudah melalui rapat pleno gelar pahlawan nasional, sesuai UU Nomor 20 Tahun 2009,” ujar Khofifah, 7 November 2014 silam.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah