Connect with us

Ekonomi Islam

Menelaah Peran Zakat Berantas Kemiskinan

Kontribusi zakat dalam mendukung SDGs terdapat dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Wabah virus Covid-19 yang mewabah di banyak negara, tak terkecuali Indonesia berdampak besar terhadap perekonomian setiap individu. Dampaknya, perekonomian negara secara nasional pun anjlok. Gerakan zakat dan program pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) menjadi langkah strartegis dalam pengentasan kemiskinan, kelaparan hingga kesehatan.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama (Kemenag) Tarmizi Tohor  berpendapat, etrdapat peran zakat yang sangat signifikan. Karenanya, gerakan zakat bagi masyarakat mesti digalakkan secara masif. Termasuk program SDGs.

“Zakat dan SDGs memiliki peran yang saling melengkapi, itu tercermin dari skema program di berbagai lembaga pengelolaan zakat yang mencakup pemenuhan kebutuhan pokok individual, sosial, lingkungan, peningkatan kualitas hidup beragama di tengah masyarakat serta bantuan tanggal bencana atau darurat kemanusiaan,” ujarnya saat memberikan sambutan webinar Forum Zakat, Selasa (06/04).

Tarmizi menjelaskan, kontribusi zakat dalam mendukung SDGs terdapat dalam UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat. Pasal 3 huruf b menyebutkan, “Pengelolaan zakat bertujuan meningkatkan manfaat zakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan”. Boleh dibilang, zakat memiliki tujuan bagi peningkatan keadilan dan kesejahteraan masyarakat.

Dia berharap  seluruh lembaga pengelola zakat mengembangkan lebih banyak program> Dengan begitu, target melahirkan umat sejahtera dapat  terealisasi. “Saya sangat berharap potensi zakat bisa digunakan sebaik-baiknya untuk memperbaiki ekonomi umat Islam,” pungkasnya.

[KHA/BimasIslam/ilustrasi: net]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam