Connect with us

Ekonomi Islam

Mendorong Santri Menjadi Enterpreneur Ulung

[RIAU, MASJIDUNA] — Pentingnya mendorong santri pondok pesantren agar menjadi enterpreneur atau pengusaha ulung di bidang  perkebunan kelapa sawit. Setidaknya agar dapat memenuhi kebutuhan ekonomi selama di pondok pesantren.  Itu pula yang dilakukan Pemerintah Provinsi Riau.

“Dukungan ini perlu dikembangkan karena potensi santri menjadi wirausaha berbasis UMKM sawit sebagai program pemberdayaan ekonomi daerah cukup besar sehingga harus diberikan perhatian yang sungguh-sungguh,” ujar Gubernur Riau Syamsuar dalam webinar  Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB – UI), Jumat (2/10).

Riau memiliki 308 pondok pesantren. Satu diantara sejumlah program yakni, muadalah. Kemudian lima pondok pesantren PDF dan 45 merupakan pondok pesantren kesetaraan serta 257 pondok yang melaksanakan satuan pendidikan lainnya.

Menurutnya, dukungan yang diberikan Pemerintah provinsi terhadap pesantren dengan merampungkan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Pondok Pesantren. Muatan materinya antara lain memberikan bantuan dalam bentuk pembangunan infrastruktur pesantren.


Kemudian operasional pesantren dan pembangunan rumah ustadz melalui APBD danCorporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, bantuan bibit tanaman, penguatan kesehatan pesantren serta mengembangkan jejaring pesantren dengan pihak lain dalam pengembangan keterampilan pesantren.


“Melalui program ‘santriprenuer’ ini maka santri dituntut untuk tidak hanya mendalami ilmu agama tetapi juga mampu berwirausaha untuk memenuhi kebutuhan santri dalam pendidikan,” ujarnya.


Kepala Seksie Pondok Pesantren dan Ma’had Aly ustadz Fakhri menambahkan, terdapat sejumlah pesantren di Riau yang telah mengembangkan usaha di bidang ekonomi. Antara lain  dalam bentuk industri olahan rumah tangga, produksi air mineral, toserba, produksi sabun cair, koperasi pesantren.


Selain itu, pengembangan usaha di bidang perkebunan kelengkeng, nanas, cabai, sayur sayuran, perikanan dan peternakan serta perkebunan sawit. Umumnya, pesantren di Riau melibatkan santri dan bekerja sama dengan perusahaan di daerah tersebut.

 [AHR/Antara/Foto:net]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam