Connect with us

Ekonomi Islam

Melihat Penerapan Wakaf Kesehatan di Saudi dan Mesir

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Masyarakat dunia sedang dihantui dengan maraknya penyebaran  virus corona atau Covid-19. Indonesia menjadi satu dari sekian banyak negara yang terpapar Covid-19. Tak sedikit warga Indonesia yang meninggal akibat terpapar positif Covid-19.

Terlepas hal itu, sedianya di Indonesia terdapat wakaf kesehatan. Seperti halnya negara Arab Saudi dan Mesir. Di Saudi, negara padang pasir itu  sejumlah lembaga filantropi membangun wakaf kesehatan. Bagkan terdapat lembaga filantropi  yang khusus di bidang wakaf kesehatan.

Anggota Badan Wakaf Indonesia (BWI), Fahruroji dalam tulisannya menyebutkan, Jamiyyatul Iman Liri’ayati Mardha Sarathan al-Khairiyyah (Lembaga Kebajikan al-Iman untuk Perawatan Penderita Kanker)  di Jeddah membangun Rumah Sakit Wakaf untuk Pengobatan Kanker di atas tanah wakaf seluas 4.700 M2 dengan bangunan 14 lantai.

Selain memberikan layanan kesehatan, Rumah Sakit wakaf    itu menjadi tempat rehabilitasi sosial dan psikologi bagi penderita kanker. Menariknya,   Rumah Sakit  itu terdapat area komersial sebagai  wakaf produktif.

“Hasil dari wakaf profuktif itu dipergunakan untuk membiayai operasional rumah sakit yang memberikan layanan secara gratis,” ujarnya sebagiamana dikutiip MASJIDUNA dari laman BWI.

Sementara di Mesir, negara di  belahan benua Afrika Utara itu, wakaf kesehatan dipraktikkan secara baik. Antara lain melalui pembangunan Rumah Sakit Wakaf Kanker bagi  Anak di Kairo. Donatur wakaf pun dapat memilih paket wakaf yang ditawarkan dengan nilai tertentu.

Pembayaran dana wakaf dapat dilakukan secara tunai atau dicicil selama dua tahun. Setidaknya  berwakaf dengan nilai berapapun di mana pokok wakaf jenis ini diinvestasikan pada produk bank syariah. Menurut Fahruroji, hasil dari investasi wakaf uang tersebut dimanfaatkan untuk biaya operasional rumah sakit yang memberikan pelayanan kesehatan secara gratis untuk anak-anak Mesir dan negara-negara Arab.

[AHR/BWI/ilustrasi:sinergifondation]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam