Connect with us

Khazanah

Melihat Hakikat Harta Manusia

Harta yang sejati adalah yang diinfakan dan disedekahkan.

[JAKARTA, MASJIDUNA] —  Memiliki harta yang berlimpah adalah keinginan banyak orang. Wajar memang. Namun sedianya harta menjadi bagian dari rezeki yang kita dapatkan. Rezeki merupakan apa yang kita makan, gunakan, sedekahkan, serta yang masih berada di dalam gengaman.

Kendati begitu, rezeki yang masih berada di genggaman, belum tentu menjadi milik kita. Sebab dalam rezeki yang dimiliki, ada bagian orang yang lain. Karenanya, fungsi sedekah menjadi bagian dalam memberikan hak tersebut kepada orang lain. Rezeki, tak selalu identik berupa harta kekayaan.  Sejatinya, segala sesuatu yang dimanfaatkan oleh manusia dinamakan rezeki.

Dalam hadits dari Abdullah bin Sikhir ra, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,”
Manusia selalu mengatakan, “Hartaku…hartaku…” sesungguhnya hakikat dari hartamu wahai manusia hanyalah apa yang kamu makan sampai habis, apa yang kamu gunakan sampai rusak, dan apa yang kamu sedekahkan, sehingga tersisa di hari kiamat”. (HR Ahmad 16305, Muslim 7609)

Karenanya, sebanyak apapun harta seseorang di manapun tabungannya, maupun di dunia, tak akan mampu melampaui jatah rezekinya.  Nah, hanya soal bagaimana cara menggunakan dan memanfataak rezeki yang ada sebaik mungkin. Boleh dibilang, harta yang sejati adalah infak dan sedekah di jalan Allah Subhanahu Wattala.

Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bissawab.

[Redaksi/sumber ilustrasi: www.google.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah