Connect with us

Sosok

Masih Banyak Sosok Penghulu Pelayan Ummat

[JAKARTA, MASJIDUNA]-–Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jawa Barat, Budi Ali Hidayat, tak menyangka akan diundang dan diberi penghargaan oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Dia diberi penghargaan saat upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB), di Kemenag, Selasa (5/1/2021) lalu.

“Saya memberikan penghargaan kepada Kepala KUA Bapak Budi Ali Hidayat yang mengembalikan gratifikasi yang diterimanya. Keteladanan yang luar biasa dari Pak Budi, semoga benar-benar menjadi awal perbaikan terus menerus di Kemenag,” kata Yaqut dalam akun tweeternya, YaqutCQoumas, Selasa (5/1/2021).

Sebagai seorang penghulu, hal yang lazim bila Budi diundang untuk prosesi akad nikah. Dan biasanya setelah akad nikah, keluarga pengantin memberi bingkisan dan amplop berisi uang.

Namun, Budi tidak menerima pemberian tersebut. Semua pemberian itu dia kembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Total ada 88 kali pemberian yang sudah dia kembalikan ke KPK.

Walau mendapat penghargaan, Budi tak berniat aksinya melaporkan tiap pemberian bingkisan dan amplop dari keluarga pengantin untuk mendapatkan pujian.

“Di antara peran pegawai Kemenag adalah khadhimul ummah yaitu melayani umat dengan niat sepenuhnya ikhlas lillahita’ala,” kata Budi yang juga Penghulu Madya ini.

Apalagi sudah ada aturan melalui Peraturan Menteri Agama (Permenag) No 24/2014 tentang Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak atas Biaya Nikah dan Rujuk di Luar KUA.

“Tindakan yang dilakukan oleh Pak Budi ini patut dicontoh karena bagian upaya nyata mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dengan cara melaporkan gratifikasi yang dia terima ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Yaqut.

Apalagi sudah ada aturan melalui Peraturan Menteri Agama (Permenag) No 24/2014 tentang Pengelolaan Penerimaan Negara Bukan Pajak atas Biaya Nikah dan Rujuk di Luar KUA.

“Tindakan yang dilakukan oleh Pak Budi ini patut dicontoh karena bagian upaya nyata mencegah korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) dengan cara melaporkan gratifikasi yang dia terima ke KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi),” kata Yaqut.

Sosok penghulu seperti Budi Ali tentu saja masih banyak. Namun, boleh jadi mereka tidak mau menunjukkan sikap jujurnya.

(IMF/foto:yaqutcqoumas)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok