Connect with us

Ekonomi Islam

Komitmen Pemerintah dalam Mengembangkan Usaha Pesantren

[JAKARTA, MASJIDUNA]— Pemerintah terus menunjukan keseriusannya dalam membantu dan mengembangkan unit usaha di pesantren. Karenanya, pemerintah tengah mendata unit usaha pesantren untuk diajukan sebagai penerima bantuan.

Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono. Menurutnya, sinergi yang dilakukan antara Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian dengan Kementerian Perdagangan, Kementerian Agama diminta mengkoordinasikan dan mendata unit usaha yang dijalankan pesantren.

“Untuk mendapat bantuan.  InsyaAllah warung, kios, toko, atau koperasi pesantren selain direvitalisasi, nantinya juga akan difungsikan sebagai unit layanan keuangan syariah,” ujarnya di Jakarta, Selasa (18/08).

Bagi Waryono, bantuan tak saja berupa tambahan modal. Namun berupa pengembangan sumber daya manusia (SDM) pengelolanya. Seperti bakal dibekali  dengan beragam kompetensi. Sehingga pengelolanya  dapat berperan sebagai berbagai usaha berbasis syariah.

Seperti agen bank syariah, agen pegadaian syariah, agen fintech syariah, Unit Pengumpul Zakat, dan Halal Centre Pondok Pesantren. Menurutnya, pengembangan tersebut dalam rangka melayani masyarakat sekitar pondok pesantren dan civitas pondok pesantren. Langkah tersebut pun dalam rangka bagian dalam program pemulihan ekonomi nasional.

Pihaknyapun telah melayangkan surat  kepada Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia untuk segera memperbaharui pendataan unit usaha pesantren. Langkah itu sekaligus  menindaklanjuti surat dari Kemenkop dan UKM terkait permintaan data usulan pelaku usaha mikro komunitas pesantren yang belum terakses kredit perbankan. Usulan tersebut sudah harus disampaikan ke Kemenag pusat paling lambat 26 Agustus 2020. 

“Setiap usulan harus menyertakan e-KTP, izin usaha mikro kecil, dan rekening bank,” pungkasnya.

[AHR/Kemenag/ Ilustrasi: instagram@kemenag_ri]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam