Connect with us

Ormas

Kiprah Ormas Islam Bagi Masa Depan Indonesia

Tak cukup berlomba-lomba dalam kebaikan atau  ber-fastabiqul khairat. Namun pula harus melakukan amal jama’i, sinergi, koordinasi dan kolaborasi.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Sejarah membuktikan kemerdekaan Indonesia tak lepas dari kontribusi organisasi kemasyarakatan (Ormas) Islam. Begitupula Ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah serta ekonomi turut serta menentukan wajah Indonesia masa depan.

Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi  berpandangan, ormas-ormas Islam yang lahir sebelum pra kemerdekaan memiliki jejak rekam tersendiri. Apalagi hingga kini ormas-ormas tersebut masih eksis. Tentu saja matang pula ditempat zaman. Sebab memiliki pengalaman di ranah dakwah, pendidikan dan sosial kemasyarakatan.

“Saya perlu mengingatkan bahwa peranan dan kontribusi omas-ormas Islam yang bergerak di bidang pendidikan, dakwah dan ekonomi akan menentukan gambaran wajah Indonesia masa depan,” ujarnya dalam sambutan Halaqoh Penceramah Agama dan Lauching Aplikasi UstadzKita, sebagaimana dikutip dari lama Kemenag, Jumat (10/4) malam.

Dia yakin ormas Islam menyadari betapa strategisnya peranan dakwah. Termasuk kemamuan merespon tantangan yang dihadapi umat belakangan terakhir. Dia pun berharap ormas-ormas Islam memberi perhatian besar di sektor pendidikan anak-anak dari keluarga fakir dan miski, serta penyandang sosial lainnya. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19, partisipasi ormas Islam amatlah signifikan.

Mantan anggota DPR periode 2014-2019 dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (F-PPP) itu menilai,  Ormas Islam seperti  Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persatuan Islam (Persis), Al-Irsyad, Matlaul Anwar, Persatuan Umat Islam (PUI), Tarbiyah Islamiyah, dan berbagai wadah perkumpulan atau yayasan Islam yang bergerak di lapangan dakwah dan pendidikan, telah berbuat banyak dalam pemberdayaan umat.

“Hal itu perlu terus dipelihara dan dikembangkan seiring dengan tuntutan kebutuhan di masyarakat,” katanya.

Dia mengingatkan, ormas Islam tak cukup berlomba-lomba dalam kebaikan atau  ber-fastabiqul khairat. Namun pula harus melakukan amal jama’i, sinergi, koordinasi dan kolaborasi untuk mengusung agenda bersama dan merespon permasalahan umat dan bangsa.

“Pada hemat saya, dua kata kunci: komitmen kebangsaan dan kemajuan umat, haruslah menjadi nafas perjuangan seluruh ormas Islam di Tanah Air,” pungkasnya. [AHR/Ilustrasi: klikwarta.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ormas