Connect with us

Khazanah

Ketika Pertanyaan Mendatangkan Keraguan

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Hal yang lumrah bila manusia mempertanyakan hakikat dirinya di muka bumi. Pertanyaan-pertanyaan tersebut bisa jadi membawa manusia kepada keraguan tentang Allah. Bahkan hal serupa pernah menimpa para sahabat, seperti tercantum dalam dua hadits berikut.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah radiyalahu anhu, para sahabat datang menemui Rasullah dan ingin mempertanyakan suatu perkara yang sangat sensitif tentang siapa yang menciptakan Allah. Namun, mereka sebenarnya tidak mau pertanyaan tersebut datang karena keimanan mereka.”Kami merasakan di dalam hati kami suatu perasaan waswas yang amat berat kami menuturkannya?” Rasululah bertanya balik, “sesungguhnyakah itu?” Para sahabat menjawaba, “ya sesunguhnya.” Maka Rasulullah pun berkata, “yang demikian itu suatu tanda bagi iman yang sempurna.”

Pada riwayat lain Rasulullah berkata, “Orang banyak senantiasa bertanya-tanya (tentang ini dan itu), sehingga mereka akhirnya bertanya, “Alam ini ciptaan Allah, maka siapakah yang menciptakan Allah?” Maka Rasulullah pun memberikan pesan, “Hendaklah kamu jawab: Aku iman pada Allah.”

Pertanyaan tentang keberadaan sang pencipta adalah pertanyaan sepanjang sejarah peradaban manusia. Sampai detik ini tidak ada ahli filsafat atau ilmuwan yang bisa memberikan kepastian tentang siapa yang menciptakan Allah. Rasionalitas manusia terbatas. Pemikiran manusia tak akan sanggup mencernanya. Bila hanya mengandalkan otak semata, maka keraguanlah yang terus menerus datang.

Dalam Islam, keraguan dan waswas yang terus dipertahankan justeru akan membawa kepada kerusakan. Jawaban atas pertanyaan tersebut, seperti disampaikan Rasulullah, “Aku beriman kepada Allah.”

Keimanan akan menyelematkan dari keraguan dan rasa waswas. Dengan keimanan, berbagai pertanyaan yang dilontarkan manusia (terutama yang sering mengolok-olok agama dan keberadaan Allah), tidak akan menggoyahkan keyakinan orang beriman. Itulah sebabnya, keimanan akan membawa rasa aman.

(IMF/foto: istimewa)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah