Connect with us

Khazanah

Jamaah Pesantren Ini Mulai Berpuasa

[JEMBER, MASJIDUNA] — Pemerintah bakal menggelar sidang isbat pada Kamis (23/4) ba’da magrib. Namun tak sedikit pula warga muslim pada komunitas tertentu mulai melaksanakan ibadah puasa. Sebut saja Jjammaah Pondok Pesantren Mahfilud Dluror di Desa Suger  Kidul yang berada di perbatasan Kabupaten Jember  dengan Bondowoso, Jawa Timur.

Pengasuh Pesantren Mahfilud Dluror KH Ali Wafa membenarkan hal tersebut. Menurutnya meski pemerintah belum secara resmi menetapkan awal Ramadhan 1441 Hijriah, namun bagi Pesantren Mahfilud Dluror  telah memasuki bulan Ramadhan.  “Hari ini kamu sudah mulai menjalankan ibadah puasa ramadhan,” ujarnya sebagaimana dilansir Antara.

Shalat tarawih pun telah digelar  pada Rabu (22/4) malam oleh santri pondok pesantren serta warga sekitar.  Menurutnya, penentuan awal puasa di pesantren Mahfilud Dluror berdasarkan kitab Nushatul Majaalis wa Muntahobul Nafaais.  Menurutnya metode ini diterapkan sejak tahun 1826.

“Sehingga tidak menggunakan metode hisab dan rukyat,” katanya.


Bagi Ali, penetapan awal puasa berdasarkan keyakinan dengan menggunakan acuan sistem khumasi (dari Bahasa Arab, artinya lima/khomsatun). Tentu saja acuan tersebut berdasarkan pada kitab Nushatul Majaalis karangan Syeh Abdurrohman As Shufuri As Syafi’i yang sudah dijalankan selama 194 tahun.


“Sistem penghitungan khumasi, yakni penentuan awal puasa tahun ini bisa dengan cara menghitung lima hari dari awal puasa tahun sebelumnya, sehingga tahun depan juga sudah bisa ditentukan kapan mulai menjalankan ibadah puasa,” katanya.


Ia menjelaskan awal Ramadhan tahun lalu jatuh pada hari Minggu, sehingga tahun ini awal puasa dihitung lima hari mulai Minggu, Senin, Selasa, Rabu, dan Kamis ditentukan sebagai awal Ramadhan tahun ini.


Terpisah, Ketua Tim Rukyatul Hilal Kemenag Jember Ahmad Izzuddin mengatakan pihaknya masih melakukan rukyatul hilal di menara Masjid Besar Al-Hikmah Kecamatan Puger dengan ketinggian sekitar 99 meter pada Kamis sore ini. Dia mengatakan, rukyat di puncak menara Masjid Besar Al Hikmah Puger itu terletak pada ketinggian 70 mdpl dan sesuai hasil hisab Kemenag.

“Sehingga diperkirakan hilal dapat terlihat dengan jelas karena posisinya berada di atas 2 derajat,” pungkasnya.

[AHR/Ant/Foto ilustrasi : senayanpost]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah