Connect with us

Ekonomi Islam

Investasi di Tengah Pandemi, Reksa Dana Syariah Menjadi Pilihan

[JAKARTA, MASJIDUNA] —  Reksa dana syariah sedianya dapatmenjadi pilihan dalam berinvestasi bagi masyarakat muslim khususnya, di tengah situasi pandemik Covid-19 yang berujung tanpa ada kepastian. Demikian disampaikan anggota Dewan Pengawas Syariah (DPS) PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI), Nanda Meiliza Puspita di Jakarta, Senin (14/9).

“Reksa dana pasar uang syariah dan reksa dana obligasi syariah atau sering disebut reksa dana sukuk, bisa menjadi pilihan yang tepat,” ujarnya.

Menurutnya, reksa dana merupakan media yang digunakan dalam menghimpun dana dari para investor unutk kemudian diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi. Reksa dana syariah merupakan reksa dana yang dikelola sesuai dengan ketentuan dan prinsip syariah Islam. Ketentuannya  dalam bentuk akad antara investor atau pemegang unit penyertaan (sebagai pemilik harta) dengan manajer investasi.

Pengaturan tersebut diatur dalam  fatwa DSN MUI No. 20/DSN-MUI/IV 2001 tentang Pedoman Pelaksanaan Investasi Untuk Reksa Dana Syariah menjadi norma hukum. Seperti halnya reksa dana konvensional, reksa dana syariah pun terdiri dari beragam jenis.

Mulai reksa dana pasar uang syariah, hingga reksa saham syariah. Sepertihalnya, MAMI mengelola reksa dana pasar uang syariah, reksa dana sukuk, dan reksa dana saham syariah (termasuk reksa dana saham syariah offshore, red).

Sementara sukuk, kata Nanda,  merupakan obligasi yang sesuai dengan prinsip syariah. Perbedaan sukuk dengan obligasi konvensional antara lain obligasi adalah surat pernyataan utang dari penerbit kepada investor. Sedangkan sukuk adalah surat berharga yang diterbitkan berdasarkan prinsip syariah dan merepresentasikan kepemilikan investor atas aset yang menjadi dasar penerbitan sukuk.

“Reksa dana sukuk berinvestasi pada instrumen sukuk, baik sukuk korporasi maupun sukuk pemerintah,” ujar Nanda.

Ketua DPS MAMI Adiwarman A Karim menambahkan, dalam berinvestasi, masyarakat harus bersabar. Khususnya sabar dalam berinvestasi, yakni  tak boleh gegabah serta harus bijak. Antara lain tak tergiur dengan tawaran keuntungan yang fantastis, yang ujungnya malah membuat investor terperosok dalam investasi bodong.

Adiwarman melanjutkan, dalam investasi reksa dana, masyarakat mesti dapat memilih  dan  memilah manajer investasi yang amanah dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Tak hanya itu, masyarakat juga harus mempertimbangkan reputasi manajer investasi tersebut.

“Manajer investasi yang mengelola reksa dana syariah, akan mengelola dana para investor sesuai dengan prinsip syariah,” tukasnya.

[AHR/Antara/Ilustrasi: youtube]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam