Connect with us

Khazanah

Ilmuwan dari Delapan Negara Ikut dalam Pekan Ngaji di Mambaul Ulum

[PAMEKASAN, MASJIDUNA] — Pekan Ngaji Ke-5 di Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata, Palengaan Kabupaten Pamekasan di Pulau Madura, Jawa Timur melibatkan ilmuwan dari delapan negara sebagai narsumber dan peserta pada kegiatan itu.

“Ilmuwan dari delapan negara itu meliputi, ilmuwan dari Negara Singapura, Brunai Darussalam, Malaysia, Yaman, Mesir, Sudan, Syiria, dan Maroko,” kata Dewan A’wan Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata, RKH M Tohir Abd Hamid di Pamekasan, Jumat (10/1)

Kegiatan tahunan di pondok pesantren yang terletak di Desa Panaan, Kecamatan Palengaan ini dimulai sejak 7 Januari hingga 18 Januari 2020. Pekan Ngaji Ke-5 tahun ini bertema “Think Global Act Local” sebagai upaya untuk meningkatkan wawasan santri dalam berbagai disiplin ilmu.

“Ada beberapa kajian keilmuan yang dikaji pada pekan ngaji ke-5 kali ini,” ujar Kiai Tohir.

Di antaranya ngaji kewirausahaan, pemikiran Islam, peternakan, pertanian, budaya, sejarah dan lain sebagainya. Para ilmuwan dari delapan negara ini, diundang pihak panitia untuk memberikan materi disiplin keilmuan kepada puluhan ribu santri, alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum, Bata-bata dan masyarakat yang ikut dalam kegiatan itu.

Selain tokoh dan ilmuan dari delapan negara itu, sejumlah tokoh nasional seperti Fahri Hamzah, Anis Matta, Sandiaga Salahuddin Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak dan tokoh-tokoh lainnya juga diundang hadir sebagai narasumber di Pekan Ngaji Ke-5 pondok pesantren ini.

“Ilmuan dan para tokoh ini diharapkan bisa memotivasi santri dan memberikan banyak disiplin keilmuan kepada mereka. Diharapkan santri memiliki kekayaan ilmu yang diperoleh dari berbagai tokoh yang memang sudah membidangi,” kata Kiai Tohir.

Selain untuk meningkatkan wawasan dalam berbagai disiplin keilmuan, kegiatan tahunan di pesantren ini juga menjadi ajang promosi produk-produk lokal Pamekasan. Bahkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pamekasan membuka stand khusus untuk mempromosikan hasil kerajinan masyarakat Pamekasan, seperti batik tulis dan berbagai jenis kuliner khas Pamekasan.

Masyarakat di sekitar pondok pesantren juga memanfaatkan kegiatan Pekan Ngaji Ke-5 ini dengan berjualan. “Masyarakat bisa memiliki keuntungan secara finansial dari kegiatan ini. Itulah yang saya harapkan dan banggakan karena manfaatnya jelas,” pungkasnya.

[Sumber Antara]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah