Connect with us

Ekonomi Islam

Hadapi Kompetisi Global,Pelaku UMKM Diminta Terapkan Standar Halal

Sebab banyak negara di  luar telah serius mengembangkang industri halal yang telah menjadi tren global.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Di tengah situasi global, dunia usaha kian kompetitif.  Standarisasi kehalalan sebuah produk dalam usaha pun menjadi ukuran.  Karenanya, pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) agar mempersiapkan dan menerapkan standar halal. 

Demikian disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso secara virtual dalam acara bertajuk ‘Bincang UMKM bertema “Mempersiapkan Standar Halal untuk Kompetisi Global bagi UMKM’ Rabu (18/11).  “Standar itu sangat penting. Karena untuk ratifikasi, kita tidak bisa lepas dari standar,” ujarnya.

Menurutnya kehalalan sebuah produk tak lagi sekedar konsumsi umat muslim semata. Namun halal telah menjadi trend global. Boleh dibilang, produk halal sudah dinikmati oleh masyarakat dunia, termasuk oleh kalangan non Muslim. Pertimbangannya antara lain produk halal lebih baik dan sehat.

Halal sejatinya memang diperuntukkan bagi manusia, tidak hanya bagi umat Muslim saja, sebagaimana firman Allah SWT di dalam Al Qur’an, Surat Al Baqarah ayat 168  yang artinya: “Wahai manusia! Makanlah dari (makanan) yang halal dan baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagimu”.

Guru Besar Fakultas Kelautan Universitas Brawijaya itu menilai, terdapat banyak negara yang  mayoritas penduduk non muslim amat  serius mengembangkan industri halal. Seperti produk berupa barang yang berbahan halal dan diproduksi secara  halal, hingga jasa halal termasuk pariwisata halal seperti di Jepang. 

Baginya, dalam mewujudkan Indonesia sebagai penghasil produk halal dunia harus menjadi agenda bersama khususnya para pihak terkait termasuk pelaku UMKM. Dia yakin dengan bebrbagia dukungan dari banyak kalangan serta regulasi yang ada agar memberi berbagai kemudahan bagi UMK termasuk dalam bersertifikasi halal,  dapat menjaddi visi global. Tak hanya mampu bersaing di pasar domestik, namun juga kompetitif di pasar internasional.

“Bicara halal, Indonesia bukan follower, namun Indonesia memiliki sejarah dalam halal ini.” imbuh Sukoso mengawali penjelasannya tentang sejarah perjalanan JPH di Indonesia,” pungkasnya.

[AHR/Halal/Foto:Bisnis.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam