Connect with us

Ekonomi Islam

Gerakan Nasional Wakaf Uang Resmi Diluncurkan

Terdapat tiga langkah yang dapat ditempuh dalam mewujudkan wakaf produktif maupun tunai.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Gerakan Nasional Wakaf Uang (GNWU) akhirnya resmi diluncurkan Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Maruf Amin.  Selain itu, Brand  Brand Ekonomi Syariah Tahun 2021 turut serta diluncurkan. Peluncuran dilakukan di Istana Negara, Senin (25/1).

Dalam sambutannya, Wakil Presiden Maruf Amin mengatakan berbagai pengembangan ekonomi dan keuangan syariah mesti terus didorong dalam mengimplementasikan secara terintegrasi. Yakni melalui sinergi dan kerjsama dengan berbagai pemangku kepentingan.

“Atau lembaga Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) maupun inistitusi lainnya,” ujarnya.

Maruf yang juga menjabat Ketua Harian KNEKS berpandangan, GWNU merupakan satu dari sekian program pengembangan ekonomi syariah. Tujuannya mendukung percepatan pembangunan nasional. Termasuk pula memulihkan perekonomian nasional yang sedang terpuruk akibat situasi pandemi Covid-19.

Setidaknya dalam upaya mewujudkan  wakaf produktif  maupun tunai terdapat tiga langkah yang dapat ditempuh. Pertama, melakukan rekayasa ulang proses bisnis wakaf uang atau business process reenginering. Kedua, menetapkan program strategis wakaf nasional yang perlu didukung para tokoh, ulama dan masyarakat.

Ketiga,  melakukan gerakan kampanye bersama dalam mengumpulkan wakaf uang. Termasuk  melakukan literasi dan edukasi agar masyarakat secara bersama-sama, berwakaf dengan menyerahkan uangnya untuk dikelola. Serta hasilnya digunakan mendanai program strategis wakaf nasional.

Mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) itu mengingatkan pentingnya memanfaatkan perkembangan teknologi dalam menyukseskan program wakaf tunai nasional. Baginya, bila tiga langkah tesebut dilakukan dengan konsisten, setidaknya transformasi wakaf uang di Indonesia bakal  berjalan sesuai tujuan yang diharapkan.

[AHR/Foto: Hasil tangkapan layar di youtube]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam