Connect with us

Khazanah

Gelar Shalat Jumat, Masjid Sunda Kelapa Tak Terapkan Ganjil Genap

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Anjuran Dewan Masjid Indonesia (DMI) agar menerapkan cara ganjil genap posel jamaah dalam penyelenggaraan ibadah shalat Jumat tak dilakukan oleh Masjid Sunda Kelapa. Alasannya Masjid Sunda Kelapa memiliki lahan dan ruang yang cukup luas untuk menampung jamaah dalam jumlah banyak.

“Kan poin yang dianjurkan itu ada beberapa. Kalau yang masjid lahannya luas itu enggak masalah, tidak perlu membagi gelombang (dengan ganjil genap),” ujar Kepala Bidang Umum dan Operasional Masjid Agung Sunda Kelapa Laode sabagaimana dikutip MASJIDUNA dari laman Antara.

Menurut Laode, pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa bakal digelar satu kali dan tidak terbagi menjadi dua gelombang. Sebab itu tadi, kapasitasnya sudah disesuaikan dengan protokol kesehatan. 

Mulai dari pemberian jarak antar umat hingga pengecekan suhu tubuh. Baginya, Masjid Sunda Kelapa mampu menampung banyak orang dalam satu kali ibadah Shalat Jumat karena memaksimalkan penggunaan ruang yang ada.

Menuruutnya dahulu hanya tiga ruangan yang digunakan bagi penyelenggaran shalat Jumat dalam kondisi normal. Seperti Aula, ruang ibadah utama dan serambi. “Kalau sekarang seluruh area masjid digunakan, dengan halamannya, lapangan bola, pelataran semua dipakai,” katanya.

Laode mengingatkan jamaah yang akan menjalani shalat Jumat di Masjid Sunda Kelapa menaati protokol kesehatan. Seperti membawa sajadah sendiri, membawa tas untuk alas kaki, hingga melakukan wudhu dari rumah.

“Dipastikan protokol kesehatan yang ada tetap berjalan,” pungkasnya.

Sebagaimana diketahui, DMI Pusat menerbitkan surat edaran mengenai pelaksanaan Shalat Jumat bergelombang berdasarkan nomor ponsel dan diadakan dalam dua gelombang. Yakni,  pukul 12.00 WIB dan 13.00 WIB. Harapannya, dapat mengurangi kepadatan massa yang beribadah di masjid dan ibadah dapat tetap berjalan dengan aman mengikuti protokol kesehatan di masa transisi menuju normal baru.

[AHR/Antara/Foto: linetoday]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah