Connect with us

Ekonomi Islam

Dorong Pusat Dakwah dan Masjid Kalteng, Kemenag Hibahkan Tanah

Pelaksanaan hibah telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Bahkan tanah yang dihibahkan di atasnya telah berdiriMasjid Raya Darussalam. 

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Kementerian Agama terus mendorong pengembangan pusat dakwah maupun masjid-masjid yang ada di nusantara. Kali ini, dukungan Kemenag dengan menghibahkan tanah seluas 48.250 meter persegi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah.

Tanah yang berlokasi di Jalan G.Obos, Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangkaraya, Provinsi Kalimantan Tengah dengan nilai buku yang dihibahkan Rp.108.426.140.000,-. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan kesepakatan antara Sekretaris Jenderal Kemenag, Nizar dengan pelaksana tugas  (Plt) Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya. 

Menag Fachrul Razi mengatakan, institusi negara yang dipimpinnya memiliki tugas dan fungsi menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang agama. Nah dalam menjalankan fungsi dan tugasnya, Kemenag memerlukan dukungan dari berbagai kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dan masyarakat.

“Pada hari ini, kita hadir untuk menandatangani kesepakatan bersama tentang hibah Barang Milik Negara berupa tanah dari Kementerian Agama kepada Pemprov Kalimantan Tengah. Pada prinsipnya saya tidak keberatan BMN dalam penguasaan Kementerian Agama dihibahkan kepada Pemprov Kalteng  demi kepentingan masyarakat di daerah,” ujarnya Jumat, (4/12).

Bagi Fachrul, pelaksanaan hibah telah sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan yang berlaku. Bahkan tanah yang dihibahkan di atasnya telah berdiriMasjid Raya Darussalam. Dia menilai eksistensi masjid, amatlah berkaitan dengan pembangunan di bidang agama yang menjadi tugas Kemenag.

Menurutnya hibah tersebut bukanlah kepentingan pemerintah  daerah semata. Namun pula kepentingan Kemenag. Dia berharap, Masjid Raya Darussalam menjadi masjid yang mencerahkan umat, menjadi pusat pemberdayaan masyarakat dan kajian keislaman, serta pusat penyebar pesan damai dan moderasi beragama. 

Untuk itulah manajemen masjid mesti  terus dibenahi. Termasuk  bersinergi dengan berbagai pihak dan selektif memilih para dai dan penceramah agama. Menurutnya semua pihak memiliki kewajiban menyebarluaskan moderasi beragama. Sebab melalui penguatan moderasi beragama menjadi  program prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional tahun 2020-2024.

“Kebhinekaan yang diberikan tuhan kepada negara Indonesia adalah rahmat yang perlu kita syukuri, dengan itu kita dapat menjadi role model dalam membangun peradaban dunia. Kebhinekaan adalah rahmat bukan petaka,” sambung Menag. 

Sementara itu Plt Gubernur Kalteng Habib Ismail Bin Yahya mengatakan momen kesepakatan bersama hibah tanah menjadi bernilai sejarah dan strategis bagi masyarakat Kalteng.  “Insyaallah akan membawa keberkahan bagi masyarakat Kalteng. Hibah lahan ini sesuatu yang sudah lama kami dambakan dan hari ini terwujud,” katanya.

Dia menilai,  Masjid Darussalam yang berdiri di atas lahan yang dihibahkan Kemenag merupakan masjid kebangaan masyarakat Kalteng. Serta menjadi ikon serta pusat dakwah. Habib Ismail pun berkomitmen bakal merawat hibah dari Kemenag.

“Dan semoga kesepakatan bersama ini menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.

[AHR/Kemenag/Foto: erwinkallonews.com/]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam