Connect with us

Ekonomi Islam

Dampak Positif Ketika Gerakan Wakaf Uang Berhasil

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Pemerintah sudah meluncurkan gerakan nasional wakaf uang yang langsung diluncurkan oleh Presiden Jokowi. Banyak harapan agar gerakan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat secara keseluruhan.

Menurut Ketua Umum Persatuan Islam (Persis) yang juga Komisioner Badan Wakaf Indonesia periode 2014-2017 Jeje Zaenudin, ada empat dampak positif bila gerakan ini berhasil.

Pertama, uang masyarakat yang terkumpul dari wakaf itu akan terjamin dengan aman dan memang harus serta wajib dilindungi dan dijaga keamanannya oleh pemerintah dari terjadi penyelewengan dan kerugian. “Karena nominal uang wakaf itu harus tetap utuh dan terjaga. Kalau terjadi kerugian, penyelewengan, apalagi dikorupsi dalam melakukan proyeknya, umpamanya, maka uang wakaf itu wajib dikembalikan dalam keadaan utuh,” katanya.

Kedua. Uang wakaf tidak akan menumpuk tanpa produktif di para nazhir karena ketidak mampuan mengelolanya disebabkan tidak punya rekanan bisnis yang menjadikan uang wakaf sebagai modal usaha.

Ketiga. Pemerintah bisa mengurangi ketergantungan kepada hutang luar negeri dalam membiayai proyek-proyek pembangunannya. Dan tentu saja yang paling diprioritaskan kepada pembangunan proyek produktif untuk memberi keuntungan besar bagi uang wakaf itu sendiri agar hasil bagi hasilnya besar untuk umat Islam.

Jika proyek produktif itu dibiayai hasil pinjaman uar negeri atau dari Bank ribawi, tentu saja yang menikmati keuntungan juga para pemodalnya, dan kehormatan negara juga jadi tergadai. Tetapi jika dibiayai dengan modal dari wakaf uang, maka keuntungannya juga kembali bagi kesejahteraan umat.

Masyarakat jadi menikmati keuntungan dua kali lipat: mereka menjadi pengguna jasa proyek-proyek pemerintah, mereka juga menjadi penerima manfaat dan pembagian bagi hasil dari proyek-proyek produktif tersebut. dalam waktu bersamaan marwah negara juga terjaga , minimal berkurang dari intervensi hutang asing.

Keempat, kepedulian masyarakat terhadap keselamatan dan kesuksesan proyek yang dibangun dengan wakaf tentu akan lebih besar dibanding dengan yang dibangun dengan dana hutang luar negeri. “Sebab masyarakat merasa ikut memiliki dan bertanggungjawab. Karena itu adalah uang titipan wakaf mereka,” ujar Jeje.

Maka partisipasi masyarakat dalam mengawasi pelaksanaan proyek serta pengelolaannya akan semakin kuat dan beralasan sebab pada hakikatnya itu adalah proyek wakaf mereka.

(IMF/foto:

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam