Connect with us

Khazanah

Catatan Kemerdekaan: Salat Subuh Hatta Sebelum ke Pegangsaan

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Tanggal 17 Agustus merupakan tanggal bersejarah bagi bangsa Indonesia. Pada tanggal tersebut, kemerdekaan Indonesia diproklamirkan oleh Soekarno dan Hatta.

Peristiwa yang terjadi di bulan Ramadhan itu, punya makna tersendiiri bagi bangsa Indonesi pada umumnya dan umat Islam secara khusus. Bagaimana tidak, kemerdekaan itu terjadi di bulan suci.

Mohammad Hatta, yang mendampingi Soekarno berkisah, bahwa pada malam sebelum kemerdekaan dia tidak tidur semalaman. Karena saat itu puasa, dia meneruskan dengan makan sahur.

“Waktu itu bulan puasa. Sebelum pulang aku masih dapat makan sahur di rumah Admiral Maeda. Karena tidak ada nasi, yang kumakan ialah roti, telur, dan ikan sardin, tetapi cukup mengenyangkan,” tulis Hatta dalam buku memoarnya, “Menuju Gerbang Kemerdekan”.

Di rumah petinggi militer Jepang tersebut, Hatta pamitan dan mengucapkan terimakasih kepada tuan rumah. “Aku pulang dengan membonceng pada Sukarno, yang menyinggahkan aku di rumah,” lanjutnya.

Usai sahur di saat hari masih gelap, Hatta baru tiba di rumahnya. Sebelum beristirahat, dia sempat sholat subuh, sebagai kewajiban seorang muslim, sebelum pergi ke Jalan Pegangsaan untuk membacakan teks proklamasi.

“Aku baru tidur sesudah sembahyang subuh dan bangun kira-kira pukul 08.30. Setelah mandi dan bercukur, aku bersiap-siap untuk berangkat ke Pegangsaan Timur 56 guna menghadiri pembacaan teks proklamasi,” ungkapnya.

Kisah pembacaan teks yang menyentuh. Sebab para pendiri bangsa itu tak melupakan ajaran agama yang mereka anut menjelang hari proklamasi itu. Salat dan puasa menjadi ibadah yang rutin mereka laksanakan. Tidak heran bila dalam pembukaan UUD 1945 terdapat kalimat, “Atas berkat rahmat Allah yang maha kuasa…” sebagai pengakuan atas pertolongan Allah kepada Bangsa Indonesia. Dirgahayu Indonesia. (IMF)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah