Connect with us

Ekonomi Islam

Catat! Ini Peran Penyelia dalam Proses Produk Halal

Memastikan kehalalan proses produksi produk halal. Karenanya mesti memiliki kompetensi dan wawasan serta memahami syarita tentang kehalalan.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Dalam memastikan kehalalan sebuah produk, diperlukan berbagai perangkat yang memprosesnya. Antara lain peran penyelia halal. Soalnya, memastikan proses produk halal  berjalan dengan baik pada unit usaha, diperlukan sumber daya manusia yang kompeten sebagai penyelia halal yang bertanggungjawan terhadap proses tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama, Sukoso dalam sebuah acara secara virtual, Senin (15/2) lalu. “Penyelia halal adalah  orang yang bertanggung jawab terhadap proses produk halal atau PPH,” ujarnya.

Pengaturan PPH diatur dalam Pasal 1 UU No.33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal, terdapat rangkaian kegiatan dalam proses menjamin kehalalan sebuah produk. Seperti penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan pendistribusian, penjualan, serta penyajian produk.

Karenanya, bagi para calon penyelia halal, mesti serius dalam menjalani pendidikan dan latihan sebagai bagian upaya meningkatkan kompetensi dan wawasan terkait kehalalan produk. Merujuk Pasal 28 ayat (2) UU 33/2014 menyebutkan, “Seorang penyelia halal harus memenuhi persyaratan yaitu beragama Islam dan memiliki wawasan luas serta memahami syariat tentang kehalalan,”.

Sukoso menegaskan, kemampuan sebagai penyelia halal menjadi penting. Sebab penyelia menjadi pihak yang menenrukan dalam proses produksi.  Tugas pokok penyelia halal diatur dalam Pasal 28 ayat (1) yakni mengawasi PPH di perusahaan, menentukan tindakan perbaikan dan pencegahan, mengoordinasikan PPH, dan mendampingi Auditor Halal LPH pada saat pemeriksaan.

“Penyelia halal ditetapkan atau diangkat oleh pimpinan perusahaan dan dilaporkan kepada BPJPH,” pungkasnya.

[AHR/BPJPH/Ilustrasi foto: kanalhalal.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam