Connect with us

Ekonomi Islam

BWI Diminta Diversifikasi Harta Wakaf

[JAKARTA, MASJIDUNA]  — Badan Wakaf Indonesia (BWI) diminta mendiversifikasi harta wakaf.  Antara lain dengan mengembangkan wakaf tunai alias  cash waqf. Permintaan itu datang dari Wakil Presiden Mmaruf  Amin dalam sambutannya pada  Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BWI yang diselenggarakan secara virtual, Senin (14/9).

“Dalam rangka menggalang dana wakaf seluas-luasnya, diperlukan diversifikasi harta wakaf,” ujarnya.

Ma’ruf ingat betul kala masih menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) sekamir 2002 silam, MUI menetapkan fatwa tentang wakaf uang. Dia menilai jenis wakaf tunai memang kala itu belum dikenal luas di Indonesia seperti saat ini. Maklum, wakaf yang dipahami masyarakat sebatas tanah.

Padahal, wakaf sebenarnya  tak melulu bergerak seperti halnya tanah. Namun pula dapat berupa uang dan surat berharga. Menurutnya, wakaf tunai dapat berupa surat-surat berharga yang diwakafkan oleh perorangan, kelompok orang, lembaga atau badan hukum.

Sementara nilai pokok wakaf uang tersebut harus dijamin kelestarian-nya. Yakni tak boleh dijual, dihibahkan dan diwariskan. Nah bila wakaf tanah  hanya dapat dilakukan oleh orang yang mampu, namun melalui wakaf uang hampir setiap orang dapat menjadi wakif.

“Dan memperoleh sertifikat wakaf uang. Dana yang diwakafkan itu juga tidak akan berkurang jumlahnya,” ujarnya.

Lebih lanjut pria yang juga seorang kyai ini berpendapat, dengan mengembangkan wakaf tunai, maka dana yang terkumpul dapat dimanfaatkan untuk investasi.  Walhasil hasilnya dapat digunakan untuk pembangunan maupun perbaikan fasilitas ibadah, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

“Banyak berpikir bahwa wakaf harus dalam jumlah yang besar. Padahal jika instrumen wakaf uang dapat dioptimalkan, maka siapa pun dapat berwakaf dan hasilnya dapat menjadi investasi umat yang sangat besar,” tukasnya.

[AHR/Antara/Ilustrasi: sedekahproduktif.com]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ekonomi Islam