Connect with us

Ormas

Buka November, Museum Muhammadiyah Adopsi Teknologi Modern

[MASJIDUNA,YOGYAKARTA]— Rencana  meresmikan Museum Muhammadiyah pada Juni lalu terpaksa mesti mundur menjadi November 2020 mendatang. Hal itu  seiring dengan mundurnya agenda Muktamar Muhammadiyah lantaran situasi pandemik Covid-19.

Tim Ahli Museum Muhammadiyah Aris Winarno  mengatakan digagas sebagai etalase sejarah serta pergerakan dakwah pencerahan menjadi sejarah masa lalu, kini dan akan datang, Museum Muhammadiyah bakal dibuka bagi umum dengan membawa wajah baru. Khususnya bagi perkembangan musium modern yang edukatif, rekreatif, berbasis teknologi virtual-digital sekaligus ramah anak, perempuan dan difabel.

“Akan banyak mengadopsi teknologi modern untuk memvisualisasikan museum. Semua teknologi yang dikembangkan oleh anak bangsa sendiri,” ujarnya dalam Covid Talk, Selasa (21/7) lalu.

Museum setinggi 5 lantai yang berdomisili di Komplek Kampus 4 Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta itu mengusung misi besar Muhammadiyah merebut tafsir sejarah. Sontak saja organisasi kemasyarakatan keagamaan ini memiliki jejak langkah panjang sebelum era kemerdekaan.

Terpisah, Ketua PP Muhammadiyah Dadang Kahmad berpendapat, dinamika perjuangan Muhammadiyah sejak 1912, mesti dirawat. Setidaknya supaya  generasi mendatang dapat melihat Muhammadiyah secara utuh.

Menurutnya perjalanan panjang Muhammadiyah tak lepas dari sejumlah karya monumental yang dapat dirasakan dalam bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan lain-lain. Termasuk di bidang literasi Suara Muhammadiyah (majalah tertua di Indonesia) yang masih ada hingga kini.

“Museum ini menjadi bukti yang tak terbantahkan tentang perjuangan Muhammadiyah selama 100 tahun lebih dalam kiprahnya memajukan, mencerdaskan, dan mensejahterakan Indonesia yang  sampai hari ini seperti sekarang, perjuangan melawan Covid luar biasa, tidak ada tandingannya dengan organisasi lain, kita yang terdepan,” pungkasnya

Perlu diketahui, selain menampilkan perjuangan Muhammadiyah di tingkat daerah, nasional hingga sebarannya di 24 negara, Museum Muhammadiyah pun  memberikan fasilitas bagi para akademisi. Khususnya bagi mereka yang  bakal melakukan penelitian hingga kelompok kesenian yang ingin berkreasi.

[AHR/Muhammadiyah/Foto;pwmu.co]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ormas