Connect with us

Ormas

Bila Corona Tak Reda Hingga Lebaran, Muhammadiyah Memberi Tuntunan

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Tampaknya belum ada tanda-tanda virus corona akan sirna. Bahkan dari hari ke hari korban semakin bertambah banyak. Bagi mereka yang rindu salat berjamaah, puas dan taraweh hal ini menjadi keprihatinan tersendiri. Pasalnya, puasa tinggal sebulan lagi.

Nah, bila virus masih tetap mengganas, Pimpinan Pusat Muhammadiyah memberikan tuntunan, yang sudah dikeluarkan melalui surat edran pada 24 Maret lalu dan ditandatangani langsung oleh Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir.

Apabila kondisi mewabahnya Covid-19 hingga bulan Ramadan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan, maka:

a. Salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain (ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya).

b. Puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik, dan wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.

c. Untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas dan menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.

d. Sholat Idul fitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya virus corona belum mereda, sholat Idul Fitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan.

Tetapi apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, maka dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.

Adapun kumandang takbir Idul Fitri dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat Covid-19.

Selain itu memperbanyak zakat, infak dan sedekah serta memaksimalkan penyalurannya untuk pencegahan dan penanggulangan wabah virus corona. Tuntunan ini sudah mempertimbangkan dalil-dali berdasarkan Al quran dan hadis.

(IMF/foto:muhammadiyah)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ormas