Connect with us

Khazanah

Begini Metode Tangkal Virus Ala Rasulullah

Bakal memperkuat imun tubuh. Pesan Malaikat ketika Rasulullah Dimi’rajkan Allah, agar umat nabi berbekam.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Serangan pandemi Covid-19 terus bergerak tanpa diketahui pergerakannya. Penularan virus corona  sedemikian cepat mengharuskan adanya langkah dalam mencegah maupun menangkal. Lantas bagaimana metode atau cara menangkal virus  yang dapat merusak kesehatan tubuh?

Jauh-jauh hari, Rasulullah Muhammad Salallahu Alaihi Wassalam telah memberikan resep pengobatan terhadap berbagai penyakit. Metode Rasulullah pun belakangan mulai dikenal di kalangan dunia kesehatan. Bekam. Ya, metode pengobatan dengan menyayat kulit kemudian menyedot darah kotor dengan alat khusus.

Praktisi kesehatan jurus Rasulullah, Dokter Zaidul Akbar menjelaskan  dalam sebuah hadis shahih, Nabi Muhammad menyebutkan bahwa bahwa kesembuhan terdapat tiga hal. Pertama dengan mengkonsumsi madu. Kedua, dengan berbekam. Ketiga dengan Kay atau menempelkan besi panas.

Redaksional hadis Rasulullah yang diriwayat Imam Bukhari No.5681/Fathul Baari X/137  adalah, “Kesembuhan itu ada pada tiga hal.  Yaitu dalam pisau pembekam, meminum madu atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang umat ku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)”.

Situasi global, masyarakat dunia ditakutkan dengan virus corona. Ternyata, kata Zaidul, Nabi Muhammad telah memberikan pedoman kepada umatnya tentang metode menjaga kesehatan. Serta meningkatkan imunitas tubuh seseorang dengan cara berberkam.

“Kalau kita bicara bekam sebagai bentuk meningkatkan imunitas kita, itu Masya Allah tabarakallah adalah ada penelitian-penelitian banyak sekali beredar, dan teman saya juga meneliti. Bahwa bekam itu mampu meningkatkan respon spesifik maupun non spesifik imunitas kita,” ujarnya sebagaimana dikutip Masjiduna dari RepublikaTV.

Terlebih, kata Zaidul, berbekam sesuai tanggal dalam bulan Islam yang disunahkan Rasulullah. Yakni tanggal 17,19,21 di bulan-bulan hijriyah. Sebagaimana disampaikan Rasulullah dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Abu Daud No. 3861 Al-Hakim, Al-Baihaqi IX/340 Dari Abu hurairah Radhiyallahu ‘anhu, beliau bersabda “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit”.

“Itu akan memperkuat imut tubuh kita. Bahkan imun yang spesifik seklai, yaitu kekebalan terhadap virus-virus tertentu itu dikeluarkan dengan cara berbekam,” ujarnya.

Dia berharap masyarakat muslim makin mencintai sunnah berberkam. Memang kata Zaidul, kebenaran khasiat berberkam perlu membaca literatur hasil penelitian. Namun secara keimanan, musli harus yakin dengan anjuran Rasulullah Salallahu Alaihi Wassalam.

Menurutnya banyak orang yang belum mengetahui kisah lain selain Nabi Muhammad diIsra Mi’rajkan oleh Allah Subhanahu Wa ta A’la ke Sidratul Muntaha. Yakni adanya pesan malaikat tentang  anjuran berbekam bagi umat kepada Nabi Muhammad.

“Artinya, pesan atau perintah berbekam ini sudah didapatkan Nabi di langit  ketika beliau Isra Mi’raj,” ujarnya.

Perlu diketahui wasiat malaikat tentang berbekam kepada  Nabi Muhammad berdasarkan hadis shahi yang diriwayatkan Ibnu Majah No. 3477, Shahiih Ibni Majah II/259 No. 2801, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah No. 2263. Dari Ibnu Abbas Radiyallahu  ‘anhu, Rasulullah Salallahu alaihi  Wassalam bersabda, Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam”.

Hadis shahih lainnya dari Abdullah bin Mas’ud Radiyallahu ‘anhu, Rasulullah Salallahu alaihi  Wassalam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat melainkan mereka meminta kami, “Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam”. Hadis itu diriwayatkan At-Tirmidzi No.2052, Shahiih Sunan At- Tirmidizi II/204 No.1672

“Kalau  kalimat malaikat muncul tentunya dari perintah Allah, karena malaikat tidak akan bicara apapun kecuali atas perintah Allah,” pungkas Zaidul.

[AHR/Foto:islampos

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah