Connect with us

Ormas

Begini Harapan Menag terhadap Kepengurusan Baznas 2020-2025

Menguatkan sinergi dan koodinasi dalam mewujudkan optimalisasi pengelolaan dana zakat secara nasional.

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Resmi sudah kepengurusan Badan Amil Zakat  Nasional (Baznas) periode 2020-2025 terpilih. Penetapan kepengurusan Baznas lima tahun ke depan ditetapkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2020.

Sebanyak delapan orang masuk dalam pengurusan untuk periode lima tahun ke depan. Mereka terdiri dari berbagai unsur. Mulai unsur masyarakat, ulama, tokoh masyarakat perwakilan organisasi masyarakat, dan kalangan profesional. Kedelapan orang itu adalah Noor Achmad (Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI Pusat), Muhammad Nadratuzzaman Hosen (anggota MUI Pusat), Mokhammad Makhdum (mantan Direktur Lembaga Pengelola Dana Pendidikan/LPDP).

Kemudian, Zainulbahar Noor (Wakil Ketua Baznas 2015-2020), Saidah Sakwan (mantan anggota DPR), Rizaludin Kurniawan (Direktur Perhimpunan Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Muhammadiyah/LazisMu). Selanjutnya,  Nur Chamdani (anggota Tentara Nasional Indonesia), dan Achmad Sudrajat (Ketua Lembaga Amil Zakat Infaq dan Sedekah Nahdlatul Ulama/LazisNU).

Menteri Agama Fachrul Razi berpandangan ke delapan orang yang masuk dalam kepengurusan agar dapat meneruskan semua hal yang baik dari kepengurusan sebelumnya. Yakni dengan upaya mengoptimalkan pengumpulan zakat di Indonesia.  Apalagi sesuai dengan rencana strategis Kementerian Agama 2020-2025.

“Yakni dalam meningkatkan optimalisasi potensi zakat, infak, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya,” ujarnya melalui virtual,  Rabu (11/11) kemarin.

Menurutnya, dalam mewujudukan pengelolaan zakat yang lebih baik, mesti adanya koordinasi dengan Baznas. Khususnya dalam membahas regulasi, akuntabilitas tata kelola, dan tantangan pengelolaan zakat di era 4.0. Langkah tersebut menjadi bagian dari sinergi agar tercipta alur koordinasi yang harmonis antara Kemenag dengan regulator dan Baznas sebagai badan yang membantu  mewujudkan optimalisasi pengelolaan dana zakat secara nasional.

“Tantangan pengelolaan zakat akan semakin ringan jika sinergi dijalin secara baik,” pungkasnya.

[AHR/Bimasislam]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ormas