Connect with us

Khazanah

Begini Cara Rasulullah Menolong Umatnya Kesulitan

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Hari-hari terakhir ini, kita menyaksikan banyak orang yang dilanda kesulitan hidup karena wabah corona. Islam sudah mengajarkan tolong-menolong untuk membantu sesama yang kesulitan. Dan Rasulullah pun pernah memberikan contoh dalam kehidupan nyata.

Pada suatu hari, datanglah seorang lelaki yang mengaku sedang dalam kesulitan keuangan. Namun Rasulullah pun tidak mampu memberikan pinjaman uang. Akhirnya, Rasulullah bertanya. “Apa barang yang pantas yang ada di rumahmu?”

Lelaki itu menjawab: “Dua helai kaian. Satu untuk baju dan satu lagi untuk alas duduk, dan sebuah piala untuk tempat minum.”

“Nah, bawalah barang-barang itu kemari,” kata Rasulullah. Tak lama kemudian lelaki itu pulang dan kembali membawa barang yang dia janjikan. Barang-barang bawaan itu, rupanya dilelang oleh Rasulullah kepada para sahabat. Ada yang membeli satu dirham, sahabat lain menambahkan dua dirham.

Rasulullah pun memberikan uang hasil penjualannya kepada si pemilik barang untuk dijadikan modal. “Nah, ambillah satu dirham untuk makan anak dan isterimu dan dua dirham belilah kapak,” ujar Rasulullah.

Lelaki itu kemudian pulang dan esoknya kembali kepada Rasulullah sambil membawa kapak. Rasulullah lalu memberikan seutas tali. ‘Nah, pergilah ke luar kota cari kayu bakar untuk dijual. Jangan perlihatkan dirimu kepadaku selama 15 hari,”pinta Rasulullah.

Lima belas hari kemudian, tamu yang awalnya bersedih karena kesulitan keuangan itu, datang dengan muka berseri-seri. Dia menceritakan kepada Rasulullah perjalanannya mengambil dan menjual kayu bakar sehingga kini menghasilkan 15 dirham. Uang itu telah dibelanjakan untuk makan dan membeli pakaian anak dan isterinya.

Mendengar cerita itu, Rasulullah pun tersenyum sambil berkata,” Itu lebih baik bagimu daripada meminta-minta. Meminta-minta akan membuat cacat hitam dimukamu di hari kiamat nanti.”

(IMF/foto:sriwijayapost)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah