Connect with us

Ragam

Bantuan bagi Guru Honorer dan Ustad, Sedikit Bernafas Lega

[JAKARTA, MASJIDUNA] — Para guru honorer pra sejahtera dan ustad yang terdampak pandemi  wabah virus corona di beberapa daerah boleh sedikit bernafas lega. Pasalnya bantuan  terdistribusikan dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) dan Global Zakat. Selain itu, ACT dan Global Zakat menyerukan agar massyarakat pun turut serta membantu melalui program Sahabat Guru Indonesia.

Kepala Cabang Global Zakat-ACT Tegal, Siswartono mengatakan bantuan telah disalurkan ke sejumlah daerah. Seperti  Sholichudin yang berprofesi sebagai pengajar di Tegal, Jawa Tengah terpaksa dirumahkan dan berjualan menambah penghasilan. Baginya, bantuan biaya hidup meenjadi bentuk apresiasi kepada guru yang telah mengabdikan dirinya di dunia pendidikan.

“Dedikasi guru-guru yang telah mengabdikan dirinya perlu mendapatkan perhatian,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Jumat (8/5).

Menurutnya, program Sahabat Guru Indonesia menjangkau hingga Kabupaten Wajo di Sulawesi Selatan untuk membantu beberapa guru honorer. Sepertihalnya  Arni dan Ahmada Faizal di Desa Akkotengeng. Keduanya mendapatkan bantuan dan berharap perhatian kepada guru honorer akan terus dilanjutkan.

Global Zakat-ACT pun  menyalurkan batuan berupa satu ton beras kepada mubalig, ustad, guru mengaji dan marbot masjid di kota Bekasi, Jawa Barat. Pasalnya selain bertepatan dengan Ramadhan kondisi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) memunculkan kebutuhan akan pangan bagi para dai.

Batuan itu diberikan di Islamic Center Bekasi dan dihadiri jajaran pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bekas dan Ketua DPRD Kota Bekasi. Terkait hal itu Kepala Cabang ACT Bekasi Ishaq Maulana berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban ekonomi mereka.

“Mudah-mudahan bantuan dari ACT ini bisa meringankan beban ekonomi mereka, Insyaa Allah ACT akan terus bersinergi dengan para ulama dan MUI Kota Bekasi,” imbuh Ishaq.

Ketua MUI Bekasi KH. Mi’ran Syafii merespon positif.   Dia menyebut  bantuan tersebut amat  bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan. Khususnya bagi mubalig, ustad, guru mengaji dan marbot masjid yang terdampak COVID-19.

“Nanti kita akan sampaikan kepada mereka yang benar-benar belum menerima bantuan, agar merata dan secara door to door oleh MUI Kecamatan,” pungkasnya.

[AHR/Antara/Ilustrasi: Pixabay]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Ragam