Connect with us

Sosok

Anne Rufaidah: Dari Larangan Jilbab Sampai Kiblat Busana Muslim Dunia

[JAKARTA, MASJIDUNA]—Nama Anne Rufaidah di dunia busana muslim sudah tak asing. Bahkan, dia disebut sebagai pelopor perancang busana muslim di Indonesia sejak awal tahun 1980-an. Namun, kiprahnya di dunia berakhir pada Kamis (9/7/2020). Dia meninggal dunia pada usia 58 tahun di Rumah Sakit Hasan SAdikin, Bandung. Jenazahnya dimakamkan tak jauh dari rumahnya, di Kecamatan Batu Nunggal, Kota Bandung.

Ketika istilah “busana muslim” belum banyak dikenal, Anne yang lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD ITB) itu sudah menancapkan kreasinya melalui berbagai karya. Karirnya di dunia rancang busana sudah digeluti sejak SMA.

Namun yang membuat namanya dikenal ketika dia menjadi finalis lomba di majalah Gadis pada 1979. Ketika masuk ITB, dia sering memberikan bimbingan kepada anak SMA di lingkungan Masjid Salman. Namun sayang, para siswi tersebut dikeluarkan karena menggunakan jilbab. Anne yang punya keterampilan merancang busana, pun tertantang untuk membuat jilbab yang telihat lebih menarik.

Anne berkiprah ketika rezim Orde Baru melakukan tindakan represif kepada para pengguna jilbab. Mereka distigma sebagai kelompok ekstrim.

Dengan penuh konsistensi, Anne membuat rancangan busana muslim dalam kondisi yang tidak kondusif. Jangankan bicara pasar, bahkan mencari perempuan yang berani berjilbab pun merupakan upaya ekstra keras.

Namun kini, setelah tindakan represif berlalu, busana muslim sudah menjadi trend tersendiri. Indonesia bahkan berusaha keras agar menjadi kiblat busana muslim dunia. BUsana muslim bukan saja identitas budaya dan agama, tapi juga pasar yang menggiurkan. Selamat jalan Anne.

(IMF/foto: chanel Muslim)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Sosok