Connect with us

Khazanah

Ahbabul Musthofa Mimika, Gelorakan Salawat dari Bumi Cinderawasih

[MIMIKA, MASJIDUNA] – Geliat salawat di Indoneia muncul dari berbagai wilayah di Indonesia. Mulai grup musik yang beralirian religi hingga grup-grup salawat yang berada di kampung-kampung. Semuanya melantunkan salawat. Salah satu grup salawat ini berasal dari Mimika, Papua.

Ahbabul Musthofa Mimika (AMM), grup salawat yang baru berdiri pada 7 November 2020 lalu. Pendirian grup itu bermula dari kegiatan Gebyar Salawat yang melibatkan 6 grup hadrah dari berbagai lokasi. “Grup ini merupakan wadah pecinta Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf (Syecerhmania dan Syecermanita) serta grup hadra Habsyi santri dan remaja masjid serta mushal di Kabupaten Mimika,” ujar Ustadz Sugiarso salah satu pembina AMM, seperti dikutip di laman NU Online, Jumat (19/3/2021).

Meski tak mudah saat merintis pembentukan grup AMM ini, namun seiring waktu berjalan kekokampakan kian terajut. Seperti yang terlihats aat perayaan hari lahir ke-98 NU di Mimika akhir Februari lalu. Penampilan AMM itu menandai eksistensi grup yang belum genap berusia 5 bulan ini.

Tak sedikit undangan untuk melantunkan salawat ditujukan kepada grup ini. Seperti pada akhir pekan lalu (14/3/2021), dalam peringatan Isra’ Mi’raj dan haul Masyayikh, AMM diminta untuk tampil dalam kegiatan tersebut yang bertempat di halaman Masjid Nurul Hikmah Pondok Peantren Darussalam Mimika, Papua.

Penampilan AMM selama 5,5 jam lamanya menunjukkan penampilan yang prima berkat kedisplinan dan kekompakan tim. Menurut Ustadz Sugiarso, penampilan grup binaannya itu tak terlepas dari stamina yang prima para naggota. “Acara dimulai sejak pukul 7 pagi hingga pukul 12.30 dengan terus berada di panggung,” ujar Ustadz Sugiarso.

Dia berharap AMM makin dapat makin berkembang dan menjadi penggerak gerakan salawat di bumi Mimika. “Harapannya AMM dapat menjadi penggerak gerakan Mimika sebagai kota shalawat,” pungkas Ustadz Sugiarso.

[RAN/NU Online]

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

More in Khazanah